Meski Lokasinya "Mblusuk", Warung Bakso Pak Jam Tak Pernah Sepi

Kompas.com - 16/02/2016, 13:08 WIB
Bakso Pak Jam, Yogyakarta. Tribun Jogja/Hamim ThohariBakso Pak Jam, Yogyakarta.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
BANTUL, KOMPAS.com - Lokasinya berada di tengah perkampungan dan cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Namun tetapi tidak membuat tempat makan yang satu ini sepi dari pengunjung.

Yang dijualnya pun bakso, salah satu makanan yang paling mudah ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Adalah warung bakso Pak Jam yang berada di Dusun Ironayan, Kelurahan Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Rasa bakso yang spesial adalah alasan mengapa tempat makan “mblusuk” ini selalu didatangi pelanggannya.

Sesuai dengan namannya, warung bakso tersebut adalah milik Pak Jam. Pria yang memiliki nama lengkap Jamhari tersebut mulai berjualan bakso sejak tahun 1983.

“Pertama kali berjualan dulu dengan cara keliling menggunakan gerobak di beberapa daerah kecamatan Banguntapan ini,” ujar Jamhari menceritakan.

Setelah sekitar lima tahun berjualan dengan cara keliling, akhirnya Jamhari membuka warung bakso sederhana dengan menggunakan tenda di halaman rumahnya. Hingga kini menempati bangunan permanen yang mampu menampung puluhan orang.

Lebih lanjut bapak tiga orang anak tersebut menceritakan, keputusannya berjualan bakso karena pada saat itu dia kesulitan mencari pekerjaan.

“Karena pada saat itu susah cari kerja, saya mencoba pergi ke pasar melihat orang yang belanja keperluan untuk berjualan bakso. Setelah tahu bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bakso, akhrinya saya coba-coba membuat bakso,” ceritanya.

Diungkapkannya, kualitas bakso setelah dia berjualan warung lebih baik daripada saat berkeliling. Jika saat berkeliling bakso yang dibuatnya banyak campuran, setelah membuka warung, bakso yang dibuatnya hanya terbuat dari daging sapi. Hal ini yang membuat rasa bakso racikan Jamhari begitu spesial.

Ketika memesan seporsi bakso komplit di warung yang mulai melayani pembeli setiap jam 10.00 pagi tersebut, Anda akan memperolah semangkuk bakso yang berisikan mi kuning, potongan tahu goreng, bakso goreng, dan empat buah bakso.

Saat mencicipi baksonya, teksturnya kenyal di bagian luar dan pada bagian dalamnya begitu lembut. Selain itu rasa bakso yang berukuran tidak terlalu besar ini juga sangat gurih.


Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X