Kompas.com - 15/03/2016, 16:02 WIB
Pantai Sumur Tiga, Kota Sabang, Aceh, tampak elok, seperti terlihat Juni lalu. Sabang terus bersolek menjadi kota wisata nasional dan internasional. KOMPAS/DAHLIA IRAWATIPantai Sumur Tiga, Kota Sabang, Aceh, tampak elok, seperti terlihat Juni lalu. Sabang terus bersolek menjadi kota wisata nasional dan internasional.
EditorI Made Asdhiana
SABANG, KOMPAS.com - Tenaga Ahli Program Destination Management Organization (DMO) Kementerian Pariwisata Prof Yuwana Marjuka mengungkapkan, Pemko Sabang perlu mengembangkan wisata sejarah, karena di pulau itu terdapat peninggalan masa lalu yang bernilai tinggi.

"Sabang tidak hanya terkenal dengan pesona bahari yang indah, namun banyak bangunan yang bernilai sejarah memiliki nilai jual yang tinggi," kata Prof Yuwana saat memberikan materi pada acara Convergence Meeting Peningkatan Kualitas Destinasi Pariwisata Sabang di Aula Bappeda Sabang, Aceh, Senin (14/3/2016).

Menurut dia, Sabang bisa dikembangkan dari segala aspek, wisata bahari yang ada di Pulau Weh tentu tak diragukan lagi keindahan alam bawah lautnya, ditambah lagi bangunan-bangunan heritage. "Ini semua aset yang amat berharga," katanya.

Yuwana melanjutkan, jika ini dikelola dengan optimal dan tertata dengan baik, secara keseluruhan masyarakat akan sejahtera. Pelaku usaha akomodasi di lokasi wisata dengan sendirinya akan kebanjiran order.

"Pariwisata itu menjual jasa, sikap kita sangat menentukan dalam memasarkan produk. Kita juga harus mampu memberikan pelayanan yang maksimal demi kepuasan wisatawan yang berkunjung ke daerah kita," ujarnya.

Yuwana memaparkan, banyak obyek wisata yang tersebar seantero Pulau Weh belum mampu memberikan pelayanan yang baik dan nyaman di beberapa kawasan destinasi dan ini harus segera dibenah.

"Transportasi laut harus dibenah dan didesain sedemikian rupa agar pengunjung betah dan mau kembali lagi berwisata ke daerah kita. Para pelaku usaha pariwisata harus saling bergandengan tangan membangun kawasan wisata demi meningkatan taraf kehidupan masyarakat," kata Prof Yuwana Marjuka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.