Kompas.com - 29/03/2016, 14:38 WIB
Kapal motor bermuatan wisatawan berlabuh di sekitar Pulau Sironjong di Kawasan Wisata Bahari Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (26/3/2016). Selain jalur darat, Mandeh juga bisa ditempuh dengan Kapal Wisata Bintang Mandeh. Kapal tersebut, menurut rencana, akan mulai melayani wisatawan pada minggu kedua April dengan harga tiket Rp 350.000 per orang untuk paket satu hari perjalanan. KOMPAS/ISMAIL ZAKARIAKapal motor bermuatan wisatawan berlabuh di sekitar Pulau Sironjong di Kawasan Wisata Bahari Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Sabtu (26/3/2016). Selain jalur darat, Mandeh juga bisa ditempuh dengan Kapal Wisata Bintang Mandeh. Kapal tersebut, menurut rencana, akan mulai melayani wisatawan pada minggu kedua April dengan harga tiket Rp 350.000 per orang untuk paket satu hari perjalanan.
EditorI Made Asdhiana

PADANG, KOMPAS - Pembangunan Kawasan Wisata Bahari Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, yang dicanangkan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2015 terus didorong.

Upaya itu tidak hanya dilakukan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat ujung tombak pariwisata, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung.

Kawasan Mandeh berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, sekitar 60 kilometer jalur darat dari Padang, Sumatera Barat.

Kawasan dengan luas 18.000 hektar meliputi darat dan lautan ini memiliki potensi pariwisata bahari lengkap berupa teluk dengan gugusan pulau-pulau kecil, hutan mangrove, lokasi penyelaman, dan destinasi wisata minat khusus lainnya.

(BACA: Mandeh, "Raja Ampatnya Sumatera" Terus Berbenah)

Saat berkunjung ke Mandeh, Mei 2015, Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan, Mandeh bisa menjadi kawasan destinasi utama wisata nasional, yang kemudian diarahkan menjadi kawasan ekonomi khusus pariwisata pada 2017. Percepatan pembangunan kawasan ini dicanangkan Presiden Jokowi pada Oktober 2015.

Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama pemangku kepentingan membenahi akses menuju kawasan darat dan laut.

Kapal wisata

Salah satunya adalah menyiapkan Kapal Wisata Bintang Mandeh. Sabtu (26/3/2016), Kapal Wisata Bintang Mandeh mengadakan pelayaran perdana. Kapal berkapasitas 70 tempat duduk itu akan beroperasi dengan rute Muara Padang, Padang, menuju Mandeh, Pesisir Selatan.

Zafnihan, Ketua Koperasi Pesona Wisata Sumbar, koperasi yang dibentuk oleh penggiat pariwisata Sumbar sekaligus pengelola Kapal Bintang Mandeh, mengatakan, kapal itu ditargetkan beroperasi pada minggu kedua April.

Jumlah penumpang untuk sekali perjalanan minimal 25 orang dengan tiket Rp 350.000 per orang. Paket yang ditawarkan berupa perjalanan satu hari untuk dua destinasi di Mandeh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Kedatangan Penumpang ke Bali Anjlok Saat Larangan Mudik

Travel Update
Apa Itu Penerbangan Charter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Apa Itu Penerbangan Charter yang Disetop Menhub Selama Larangan Mudik?

Travel Tips
Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Travel Update
Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Lihat Pelanggar Protokol Kesehatan, Sandiaga: Potret, Viralkan!

Travel Update
Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Unik, Kastel Drakula di Rumania Beri Vaksin Covid-19 untuk Wisatawan

Travel Update
Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Peningkatan Skill Jadi Program Kemenparekraf Pasca-Lebaran

Travel Update
Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Syarat Wisata ke Bromo Selama Libur Lebaran

Travel Tips
Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Wisata Gunung Bromo Tetap Buka Selama Idul Fitri

Travel Update
Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Syarat Berwisata ke Candi Prambanan dan Ratu Boko Saat Libur Lebaran

Travel Tips
Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Gunungkidul dan Bantul Siagakan Ratusan Petugas di Tempat Wisata Saat Libur Lebaran

Travel Update
Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Pemkot Lhokseumawe Tutup Tempat Wisata Saat Libur Lebaran 2021

Travel Update
Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Okupansi Hotel di Yogyakarta Rendah, Kadispar DIY Ajak ASN Staycation

Travel Update
Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Pengunjung Asal DIY Tidak Wajib Bawa Surat Negatif Covid-19 Saat Berwisata di Yogyakarta

Travel Update
Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Borobudur Tutup, Candi Prambanan dan Ratu Boko Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Travel Update
Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kalimantan Barat Tetap Buka

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X