Jelang Asian Games, Sumsel Garap Wisata Sungai Musi

Kompas.com - 27/04/2016, 22:36 WIB
Etape II Musi Triboatton 2013 dimulai dari Jembatan Kuning di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (19/11/2013). Etape II ini diawali dengan menyusuri Musi dengan perahu cepat. Ajang ini jadi promosi wisata petualangan dan budaya sungai.
KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUMEtape II Musi Triboatton 2013 dimulai dari Jembatan Kuning di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Selasa (19/11/2013). Etape II ini diawali dengan menyusuri Musi dengan perahu cepat. Ajang ini jadi promosi wisata petualangan dan budaya sungai.
EditorI Made Asdhiana

PALEMBANG, KOMPAS.com - Provinsi Sumatera Selatan fokus menggarap daerah tujuan wisata atau destinasi sungai di Palembang untuk memanfaatkan kesempatan menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 2018.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camalyn di Palembang, Selasa (26/4/2016), mengatakan beberapa lokasi di Palembang yang berada di kawasan Sungai Musi saat ini sedang dibenahi agar saat pehelatan Asian Games sudah bisa menjadi lokasi wisata.

"Saat ini sudah mulai seperti membenahi Kampung Kapitan, Kampung Arab Al-Munawar, kawasan 1 Ulu, 10 Ulu, dan 34-35 Ilir. Seperti di Kampung Arab yang sudah membangun sebuah dermaga berbahan kayu. Dermaga ini persis menghadap sungai," kata Irene.

Ia mengemukakan, beberapa waktu lalu sudah dilakukan sosialisasi ke warga kampung Al Munawar terkait rencana pemerintah menjadikan lokasi wisata religi.

Selain itu, pemerintah juga telah merencanakan perbaikan jalan, saluran air, dan pembangunan fasilitas toilet umum, gerai tekstil kain khas Palembang, dan lainnya.

Terkait dengan pembangunan infrastruktur ini, Disbudpar Sumsel sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, dan instansi terkait lainnya.

KOMPAS/AGUS SUSANTO Warga menikmati senja dengan makan di perahu terapung di sekitar jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (18/4/2013). Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, sungai dengan panjang 750 km ini terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat sekitar.
"Pada 2016 ini fokus untuk memunculkan ide kreatif mengenai wisata apa saja yang akan ditampilkan, nanti pada 2017 baru mulai eksekusi karena sudah ada penganggaran dananya seperti untuk infrastruktur dan promosi," kata Irene.

Ketua RT Kampung Al Munawar, Muhammad AK, mengatakan Pemprov Sumatera Selatan sudah berkomunikasi dengan warga kampung untuk menjadikan kawasan ini sebagai obyek wisata religi.

"Pembicaraan intens sudah sering dilakukan terkait rencana ini, dan beberapa waktu lalu sudah diwujudkan dengan pembuatan dermaga, dan pembersihan kawasan dari sampah. Pada dasarnya telah menyetujui keinginan pemerintah itu karena tetap mempertimbangkan adat istiadat yang berlaku," kata Muhammad.



Sumber ANTARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X