Kompas.com - 15/06/2016, 04:07 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Berbicara bangunan tua, yang tersirat ialah bagian-bagian mana saja yang masih asli tanpa sentuhan renovasi? Kakek yang merupakan menantu dari keturunan Akwan tersebut menunjukkan beberapa bagian yang masih asli dan terjaga.

Barang pertama ialah mimbar masjid, tempat khotbah telah berusia ratusan tahun lengkap dengan tongkatnya. Tongkat berkepala burung tersebut terbuat dari kuningan, dan di dalamnya jika dicabut terdapat pisau panjang. Menurutnya itu berguna saat zaman penjajahan dahulu, sebagai alat melawan penjajah.

Di bagian inti bangunan, terdapat empat tiang tanpa sambungan yang berdiri kokoh. Tiang-tiang tersebut pun merupakan tiang asli yang sejak ratusan tahun masih kuat menopang masjid tersebut.

“Tiang ini masih asli, tanpa sambungan dengan panjang delapan meter. Bahannya dari jati tua, jadi masih kokoh ratusan tahun,” ujarnya.

Berbeda dengan masjid Indonesia pada umumnya, ornamen ukiran khas Pakistan dan India kental menghiasi dekorasi dalam masjid. Di salah satu temboknya pun terukir nama-nama saudagar Akwan yang membangun masjid.

Selain itu puluhan makam yang masih terawat di beberapa sisi bangunan pun merupakan makam asli, yang tidak direlokasi. Pada tahun 1990-an sekitar kawasan masjid penuh dengan makam masyarakat keturunan Gujarat.

Namun semenjak ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya tahun 1992, puluhan makam direlokasi ke makam Bergota Semarang. Kini menyisakan makam asli para ulama besar penyiar Agama Islam di kawasan tersebut.

Beberapa ulama bahkan meninggal karena peperangan melawan kolonial Belanda dan Jepang. Salah satunya pejuang perempuan Syarifah Fatimah yang meninggal bersama salah satu santrinya.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Di lingkungan Masjid Pekojan, terdapat pohon yang langsung dibawa dari Gujarat. Pohon tersebut berkhasiat menyembhkan berbagai penyakit. Selain itu puluhan makam tokoh agama dan pendiri masjid pun masih terjaga disini.
Di sisi kanan dan kiri terdapat pohon besar nan lebat. Ternyata pohon tersebut merupakan pohon bidara, yang dibawa langsung dari Timur Tengah sebagai obat herbal. “Sampai sekarang tanaman itu rutin untuk obat berbagai macam penyakit, selain itu juga untuk mencuci jenazah agar tidak keluar bau,” ujar Anas.

Sedangkan buahnya persis seperti apel, bisa dimakan. Tak hanya masyarakat sekitar yang menggunakannya sebagai obat, sering kali Anas dan takmir masjid didatangi orang dari luar Semarang untuk meminta daun tanaman tersebut.

Keseluruhan kondisi bangunan pun dapat dikatakan terawat dengan baik. Selain salah satunya yang tertua di Semarang, masjid ini pun terkenal dengan hidangan khas buka puasanya yaitu Bubur India.

Kini masyarakat, tokoh masyarakat, hingga kalangan artis pun kerap berkunjung dan memberikan donasi untuk perawatan bangunan cagar budaya yang menyimpan banyak pelajaran tersebut.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Annas, selaku "sesepuh" atau yang dituakan di lingkungan masyarakat Pekojan, sedang menunjukan silsilah alim ulama yang embangun masyarakat sekaligus Masjid Jami Pekojan, Semarang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.