Kompas.com - 23/08/2016, 13:26 WIB
EditorI Made Asdhiana

PANTAI Kuta di Kabupaten Badung hampir tak pernah sepi pengunjung. Pantai ini masih menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali. Salah satunya karena panorama matahari terbenam di pantai ini seolah tak tertandingi.

Seiring banyaknya wisatawan yang berkunjung, calon investor berlomba-lomba memperebutkan sejengkal tanah di sekitar Pantai Kuta untuk dibangun akomodasi wisata. Harga tanah pun melambung hingga ratusan juta rupiah per are. Kawasan Kuta pun terus bertumbuh.

Wisata di Badung tak hanya Kuta. Wisatawan mulai menjelajah panorama alam pantai lainnya, seperti Pantai Pandawa, Pantai Legian, Pantai Seminyak, dan Pantai Batu Bolong, yang sama-sama indah.

Ada pula kekayaan alam dan budaya yang tak kalah menarik dan masuk 10 besar terbanyak dikunjungi turis di Bali, yaitu Pura Uluwatu, tempat menikmati tempat ibadah umat Hindu di atas tebing; Sangeh yang khas dengan hutan dan monyetnya; dan Puri Taman Ayun, tempat keindahan taman Kerajaan Mengwi.

”Ini menjadi investasi dan pendapatan bagi Badung. Upaya menjaga keaslian dan keasriannya terus dilakukan. Karena ini daya tarik utama para wisatawan, keasliannya diharapkan berkesan dan menjadikan turis datang kembali di masa datang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Cok Raka Darmawan, 2 Agustus lalu.

Pembenahan dan pengembangan disusun guna memperkuat destinasi wisata yang ada. Hal ini, lanjut Cok Raka, menjadi agenda setiap tahun. Pengadaan toilet menjadi sasaran utama di kawasan pantai.

Sejumlah toilet dibangun sepanjang 84 kilometer pantai di Badung. Idealnya, setiap 400 meter ada satu toilet dan ini bukan persoalan sederhana. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Badung membangun empat toilet di Pantai Legian dan selanjutnya di Pantai Seminyak.

Selain itu, inovasi dan eksplorasi destinasi juga bakal digali. Menurut Cok Raka, destinasi seperti Pantai Kuta hanya perlu dijaga dan dipertahankan kebersihannya hingga adat budaya masyarakatnya.

Untuk pengembangannya, dinas pariwisata setempat ingin menggali sejarah Kuta. Alasannya, wisatawan mulai tertarik dengan cerita sejarah di balik destinasi dan kegiatan adat sehingga tak melulu pementasan untuk komersial.

Ragam budaya bisa jadi berbeda antara Badung dan kabupaten/kota lainnya di Bali. Perang siat tipat di Kapal, misalnya, tak sekadar menjadi tontonan masyarakat adat saling siat (lempar) tipat.

Makna di balik budaya itu juga menarik untuk diinformasikan karena perang ini merupakan bentuk syukur sekaligus leluhur meminta untuk terus menjaga keberadaan pertanian/sawah. Harapannya, jika sawah tetap bertahan, beras tersedia dan warga tetap bisa menggelar upacara perang siat tipat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tempat Wisata dalam Uang Kertas Baru, Gunung Bromo hingga Wakatobi

7 Tempat Wisata dalam Uang Kertas Baru, Gunung Bromo hingga Wakatobi

Jalan Jalan
7 Bunga di Pecahan Uang Kertas Baru, Ada Sedap Malam

7 Bunga di Pecahan Uang Kertas Baru, Ada Sedap Malam

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Curug Leuwi Hejo, Wisata Air Terjun di Bogor

Harga Tiket Masuk Curug Leuwi Hejo, Wisata Air Terjun di Bogor

Travel Tips
AP I Catat Jumlah Pergerakan Penumpang Tertinggi pada Juli 2022

AP I Catat Jumlah Pergerakan Penumpang Tertinggi pada Juli 2022

Travel Update
HUT RI, Warga Kojadoi NTT Jalani Upacara Bendera di Tengah Laut

HUT RI, Warga Kojadoi NTT Jalani Upacara Bendera di Tengah Laut

Travel Update
Tanggal Merah 2022 Masih Ada Bulan Oktober, Bisa Jadi Long Weekend

Tanggal Merah 2022 Masih Ada Bulan Oktober, Bisa Jadi Long Weekend

Travel Update
Pendaki Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih di Gunung Tertinggi Eropa

Pendaki Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih di Gunung Tertinggi Eropa

Travel Update
Gatotkaca Berjualan di Alun-alun Kota Batu, Sukses Pikat Wisatawan

Gatotkaca Berjualan di Alun-alun Kota Batu, Sukses Pikat Wisatawan

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Spot Diving Labuan Bajo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Spot Diving Labuan Bajo

Travel Update
Tradisi Murok Jerami Jadi Agenda Wisata Tahunan di Bangka Tengah

Tradisi Murok Jerami Jadi Agenda Wisata Tahunan di Bangka Tengah

Travel Update
4 Tips Berkunjung ke Pameran Mobil Kepresidenan RI di Sarinah

4 Tips Berkunjung ke Pameran Mobil Kepresidenan RI di Sarinah

Travel Tips
InJourney Optimistis Pariwisata Indonesia Bisa Bangkit dan Lebih Kuat

InJourney Optimistis Pariwisata Indonesia Bisa Bangkit dan Lebih Kuat

Travel Update
HUT RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Nampar Nos NTT

HUT RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Puncak Gunung Nampar Nos NTT

Travel Update
2 Kereta Api Legendaris Dioperasikan Saat HUT ke-77 RI

2 Kereta Api Legendaris Dioperasikan Saat HUT ke-77 RI

Travel Update
Aturan Main ke Train to Apocalypse di Kelapa Gading, Minimal 15 Tahun

Aturan Main ke Train to Apocalypse di Kelapa Gading, Minimal 15 Tahun

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.