Kompas.com - 30/08/2016, 07:12 WIB
Pemandangan Gunung Fuji, Jepang, dengan latar depan bunga sakura di musim semi. Komite Warisan Dunia UNESCO, 16 Juni 2013 memutuskan kawasan Gunung Fuji masuk dalam Warisan Dunia alam dan budaya global. SHUTTERSTOCK / JOHN KASAWAPemandangan Gunung Fuji, Jepang, dengan latar depan bunga sakura di musim semi. Komite Warisan Dunia UNESCO, 16 Juni 2013 memutuskan kawasan Gunung Fuji masuk dalam Warisan Dunia alam dan budaya global.
|
EditorI Made Asdhiana

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak dapat dipungkiri Jepang kini menjadi destinasi wisata yang sedang naik daun di kalangan wisatawan Indonesia.

Tahun 2015 saja wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang mencapai 205.000 orang. Data tersebut diungkapkan oleh Executive Director Japan National Tourism Organization, Hideki Tomioka.

"Dulu memang belum banyak informasi mengenai Jepang. Sejak tahun 2014 kita (JNTO) membuka kantor di Jakarta dan mengadakan banyak promosi," kata Tomioka.

Tomioka menjelaskan promosi JNTO di Indonesia dilakukan dengan menyelenggarakan travel fair, mengundang pelaku wisata langsung dari Jepang, iklan di berbagai media sepeti televisi dan situs resmi, juga aktif di media sosial.

Langkah tersebut terbilang berhasil, tahun 2015 jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Jepang meningkat 28 persen dari tahun sebelumnya. "Jumlah tersebut akan terus bertambah," kata Tomioka.

Sebab, lanjut Tomioka, banyak wisatawan Indonesia yang pulang ke tanah air bercerita kepada teman-temannya secara langsung maupun lewat media sosial. Alhasil semakin viral Jepang sebagai destinasi wisata di Indonesia.

BARRY KUSUMA Danau Kawaguchiko di Prefektur Yamanashi, Jepang.
"Jakarta adalah pasar potensial. Banyak orang yang berlibur ke luar negeri sampai ke Selandia Baru, ke Eropa. Jepang jaraknya tak jauh dari Jakarta," kata Tomioka.

Tak lupa ia juga menyarankan wisatawan Indonesia untuk berkunjung di musim dingin dan gugur, yang menurutnya tak kalah indah dengan musim semi. 

Jepang selain terkenal dengan musim semi bunga Sakura juga terkenal akan alam dan budaya yang tetap terjaga. Ada pula kuliner khas, situs-situs bersejarah, kerajinan tangan, dan taman bermain yang tersebar di 47 prefektur atau wilayah yurisdiksi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.