Aceh Singkil, Riwayat Daerah yang Mengabaikan Potensinya

Kompas.com - 31/08/2016, 20:35 WIB
Kondisi pantai yang masih asri di kawasan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Minggu (24/7/2016). Pulau Banyak merupakan salah satu tujuan wisata yang diminati di Aceh. Namun, akses transportasi menuju kawasan itu masih minim. Infrastruktur penunjang wisata lainnya pun masih minim di pulau tersebut, seperti infrastruktur jalan. Akibatnya, potensi wisata pulau itu belum bermanfaat/berkontribusi optimal untuk warga. KOMPAS/ADRIAN FAJRIANSYAHKondisi pantai yang masih asri di kawasan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, Minggu (24/7/2016). Pulau Banyak merupakan salah satu tujuan wisata yang diminati di Aceh. Namun, akses transportasi menuju kawasan itu masih minim. Infrastruktur penunjang wisata lainnya pun masih minim di pulau tersebut, seperti infrastruktur jalan. Akibatnya, potensi wisata pulau itu belum bermanfaat/berkontribusi optimal untuk warga.
EditorI Made Asdhiana

ACEH Singkil merupakan daerah yang kaya dengan potensi wisata. Apalagi, daerah ini memiliki tiga lokasi suaka alam yang potensial menjadi obyek wisata alam, yakni Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Taman Wisata Alam Laut Pulau Banyak, dan Taman Wisata Alam Pulau Banyak.

Namun, semua potensi itu belum tergarap dengan optimal. Pemerintah setempat lebih suka menggarap sektor perkebunan, terutama perkebunan sawit yang notabene berkontribusi besar terhadap kerusakan alam di sana.

Aceh Singkil merupakan daerah paling ujung di Aceh. Jaraknya mencapai 642 kilometer atau sekitar 11 jam 33 menit perjalanan darat ke arah selatan dari ibu kota Aceh, Banda Aceh.

Daerah tempat lahirnya ulama besar Aceh, Syekh Abdurrauf Al-Singkili alias Syiah Kuala, ini merupakan salah satu kabupaten termuda di Aceh, yakni berdiri pada 20 April 1999 setelah mekar dari Kabupaten Aceh Selatan.

Kabupaten yang pernah menjadi pintu masuk utama Islam dan perdagangan di wilayah barat Aceh ini memiliki banyak potensi wisata alam. Paling tidak, daerah ini memiliki Suaka Margasatwa Rawa Singkil seluas 82.374 hektar, Taman Wisata Alam Laut Pulau Banyak seluas 205.720 hektar, dan Taman Wisata Alam Pulau Banyak seluas 24.706 hektar.

Semua potensi itu menawarkan keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa. Suaka Margasatwa Rawa Singkil misalnya. Di sana, pelancong bisa melihat keunikan hutan rawa yang rimbun berbaur dengan perairan yang bersih.

Pelancong pun bisa melihat satwa langka secara langsung, seperti buaya muara (Crocodylus porosus) dan orangutan sumatera (Pongo abelii).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

New Normal, Portugal Luncurkan Stempel Clean & Safe untuk Pegiat Wisata

New Normal, Portugal Luncurkan Stempel Clean & Safe untuk Pegiat Wisata

Whats Hot
Tak Ada Wisatawan, Bagaimana Nasib UMKM Pariwisata dan Pusat Oleh-Oleh Yogyakarta?

Tak Ada Wisatawan, Bagaimana Nasib UMKM Pariwisata dan Pusat Oleh-Oleh Yogyakarta?

Whats Hot
Protokol New Normal Hotel di Filipina, Diminta Tak Diskriminasi Tamu yang Terinfeksi Virus Corona

Protokol New Normal Hotel di Filipina, Diminta Tak Diskriminasi Tamu yang Terinfeksi Virus Corona

Travel Tips
Kangen ke Pantai? Yuk Menyelam Virtual di Raja Ampat

Kangen ke Pantai? Yuk Menyelam Virtual di Raja Ampat

Jalan Jalan
Bentuk Mirip tapi Tekstur Tak Sama, Apa Bedanya Waffle Belgia dengan Waffle Amerika?

Bentuk Mirip tapi Tekstur Tak Sama, Apa Bedanya Waffle Belgia dengan Waffle Amerika?

Makan Makan
Resep Gampang Waffle, Bikin Sendiri di Rumah

Resep Gampang Waffle, Bikin Sendiri di Rumah

Makan Makan
New Normal, Pelaku UMKM Makanan Diminta Utamakan Higienitas dan Digitalisasi

New Normal, Pelaku UMKM Makanan Diminta Utamakan Higienitas dan Digitalisasi

Whats Hot
Apa Bedanya Waffle dengan Pancake? Berbahan Sama tapi Rasa Tak Serupa

Apa Bedanya Waffle dengan Pancake? Berbahan Sama tapi Rasa Tak Serupa

Makan Makan
Apa Itu Waffle? Makanan Khas Negara Mana dan Sejarahnya

Apa Itu Waffle? Makanan Khas Negara Mana dan Sejarahnya

Makan Makan
Resep Membuat Golgappa, Makanan India pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Resep Membuat Golgappa, Makanan India pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Makan Makan
Asal-usul Golgappa, Makanan India yang Disantap Shah Rukh Khan pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Asal-usul Golgappa, Makanan India yang Disantap Shah Rukh Khan pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Makan Makan
Apa Itu Golgappa? Makanan India yang Muncul pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Apa Itu Golgappa? Makanan India yang Muncul pada Film 'Rab Ne Bana Di Jodi'

Makan Makan
Wisata Bukittinggi Buka Kembali, Wisatawan Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Wisata Bukittinggi Buka Kembali, Wisatawan Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Jalan Jalan
4 Resep Oreo Supreme Versi KW, Bisa Bikin Sendiri di Rumah

4 Resep Oreo Supreme Versi KW, Bisa Bikin Sendiri di Rumah

Makan Makan
Apa Itu SIKM? Surat Izin Keluar Masuk untuk Naik Pesawat ke Jakarta

Apa Itu SIKM? Surat Izin Keluar Masuk untuk Naik Pesawat ke Jakarta

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X