Kompas.com - 29/11/2016, 16:08 WIB
Sinar matahari pagi menyelimuti Gunung Kinabalu dilihat dari Kundasang, Ranau, Sabah, Malaysia, Senin (21/11/2016). Gunung Kinabalu dipercaya masyarakat Kandazan Dusun sebagai tempat tinggal roh-roh setelah mati sebelum pergi ke surga. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOSinar matahari pagi menyelimuti Gunung Kinabalu dilihat dari Kundasang, Ranau, Sabah, Malaysia, Senin (21/11/2016). Gunung Kinabalu dipercaya masyarakat Kandazan Dusun sebagai tempat tinggal roh-roh setelah mati sebelum pergi ke surga.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F

KINABALU, KOMPAS.com - Gunung Kinabalu adalah gunung tertinggi di Malaysia. Gunung Kinabalu juga menawarkan pengalaman menginap layaknya di hotel sebelum menuju puncak gunung.

(Baca juga: Bermalam di Salah Satu Penginapan Tertinggi Se-Asia Tenggara)

Gunung Kinabalu sendiri merupakan salah satu obyek wisata yang ditawarkan untuk pengemar wisata petualangan. Gunung Kinabalu memiliki ketinggian 4.095,2 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Nah, ternyata Gunung Kinabalu dipercaya sebagai gunung suci bagi masyarakat Kandazan Dusun. Demikian yang disampaikan oleh pemandu wisata "Sabah Familiarization Trip" Bobby Wesley.

"Kami percaya Gunung Kinabalu itu sebagai gunung yang suci. Gunung Kinabalu merupakan tempat tinggal bagi roh-roh manusia yang telah mati," kata Bobby kepada KompasTravel beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan masyarakat Kandazan Dusun percaya jika orang-orang yang telah mati akan pergi ke Gunung Kinabalu sebelum beranjak ke surga. Masyarakat Kandazan Dusun adalah salah satu suku asli masyarakat Sabah.

"Orang lokal (Kandazan Dusun) percaya, roh itu akan ditangkap oleh dukun. Dukun itu mengejar hingga ke Panar Laban dan ditangkap dengan ilmu yang dimiliki oleh dukun itu," jelasnya.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Puncak St. John di Gunung Kinabalu, Sabah, Malaysia, Selasa (22/11/2016) dengan ketinggian 4.091 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung Kinabalu dipercaya masyarakat Kandazan Dusun sebagai tempat tinggal roh-roh setelah mati sebelum pergi ke surga.
Setelah itu, lanjut Bobby, roh-roh yang tertangkap di Panar Laban akan tinggal di puncak-puncak Gunung Kinabalu. Itulah cerita-cerita kepercayaan masyarakat setempat terkait Gunung Kinabalu.

Adapun Kinabalu sendiri terdiri dari dua suku kata dari bahasa Kandazan Dusun yang memiliki arti. Bobby mengatakan Kinabalu terdiri dari kata Aki dan Nabalu. 

"Aki itu nenek moyang dan Nabalu itu batu-batu besar. Batu-batu besar itu tempat roh-roh tinggal," jelasnya.

(Baca juga: Keren, Bisa Internetan di Puncak Gunung Kinabalu)

Nama Kinabalu sendiri punya arti yang terkait dengan kepercayaan masyarakat Kandazan Dusun. Masyarakat setempat percaya ketika mati, mereka akan pergi ke Gunung Kinabalu.

Gunung Kinabalu sendiri bisa diakses melalui jalur Timpohon. Sementara, jalur Mesilau hingga saat ini belum bisa diakses pasca gempa bumi bulan Juli 2015.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inggris Cabut Syarat Tes Perjalanan bagi Turis yang Divaksinasi

Inggris Cabut Syarat Tes Perjalanan bagi Turis yang Divaksinasi

Travel Update
10 Tempat Ngopi di Semarang, Ada Kafe dengan Bangunan Benteng

10 Tempat Ngopi di Semarang, Ada Kafe dengan Bangunan Benteng

Jalan Jalan
5 Tips Tidur Nyenyak Saat Bepergian, Coba Dengar Musik Santai

5 Tips Tidur Nyenyak Saat Bepergian, Coba Dengar Musik Santai

Travel Tips
4 Cara Mencegah Sakit Telinga Usai Naik Gunung

4 Cara Mencegah Sakit Telinga Usai Naik Gunung

Travel Tips
Terowongan Kendal Jakarta Kini Dihiasi Mural Seniman Jakarta-Berlin

Terowongan Kendal Jakarta Kini Dihiasi Mural Seniman Jakarta-Berlin

Jalan Jalan
Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Jalan Jalan
Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Travel Update
Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Travel Promo
Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.