Kompas.com - 01/12/2016, 12:06 WIB
Aktivitas pekerja di Aerofood ACS di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (30/11/2016). Aerofood merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak menyediakan makanan untuk maskapai. Kompas.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIAktivitas pekerja di Aerofood ACS di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (30/11/2016). Aerofood merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak menyediakan makanan untuk maskapai.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com — "Selamat menikmati." Biasanya kalimat itu saya dengar dari seorang pramugari saat menyajikan makanan di dalam pesawat. Lantas saya langsung lahap menyantap makanan dan kembali tidur, tanpa memikirkan bagaimana proses makanan tersebut hingga sampai ke ketinggian puluhan ribu kaki.

Sebenarnya, makanan yang Anda dan saya makan di pesawat memiliki proses perjalanan yang cukup panjang, rumit, dan riskan. Bayangkan saja, makanan tanpa pengawet harus tetap awet di ketinggian puluhan ribu kaki dengan waktu perjalanan yang cukup panjang.

BACA JUGA: Mengintip Isi Kerangkeng Makanan Presiden RI untuk Perjalanan Udara

Beruntung saya berkesempatan untuk mengunjungi Aerofood ACS, penyedia jasa katering untuk penerbangan internasional dan domestik terbesar di Indonesia. Saya mengunjungi Aerofood ACS di kompleks Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Rabu (30/11/2016). 

"Di sini kita mengutamakan kualitas kontrol dan safety," kata QA HSE Manager Aerofood ACS, Nuryulianti atau akrab disapa Noey.

Menurut Noey, suhu jadi peranan paling penting untuk penyajian makanan agar sampai dengan baik kepada penumpang pesawat. Ia menjelaskan perjalanan makanan meliputi proses pemasakan sampai penyajian di pesawat. 

Kompas.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Aktivitas pekerja di Aerofood ACS di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (30/11/2016). Aerofood merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak menyediakan makanan untuk maskapai.

"Ketika makanan sudah dimasak di hot kitchen, didiamkan di blast chiller (pendingin) setelah itu dikeluarkan untuk di-portion (dibagi menjadi per porsi). Peralatannya sudah ada yang dari tempat pencucian, baru dipertemukan dengan makanan," kata Head Marketing Communication Aerofood ACS, Wulandari.  

Noey menambahkan, proses penempatan makanan ke peralatan makan atau dishing hanya boleh berlangsung maksimal 45 menit. "Ada standar ketika suhu makanan tidak boleh lebih dari 15 derajat dan exposure (terpapar di udara terbuka) lebih dari 45 menit," kata Noey.

Setelah makanan tersebut ditempatkan ke peralatan makan, kemudian disusun ke satu tray (rak susun) khusus agar mempermudah proses penghangatan saat di pesawat.

Kompas.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Aktivitas pekerja di Aerofood ACS di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (30/11/2016). Aerofood merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia yang bergerak menyediakan makanan untuk maskapai.

Tunggu dulu, perjalanan makanan masih belum berakhir. Rak khusus tersebut ditempatkan kembali ke pendingin. Kemudian baru diangkut oleh truk hilift (truk khusus yang memiliki jalur ke atas pintu pesawat) untuk diantar ke dalam pesawat.

Di dalam pesawat, pramugari akan menghangatkan makanan tersebut kemudian menggabungkannya dengan nampan makanan yang berisi makanan pembuka, penutup, dan minuman, hingga akhirnya sampailah kepada Anda, para penumpang pesawat. Semua proses tersebut berlangsung dalam kurun waktu 12-15 jam.  

Aerofood ACS saat ini melayani jasa katering makanan untuk 18 maskapai penerbangan rute domestik dan internasional. Dalam sehari ada 400 rute penerbangan yang dipasok oleh Aerofood ACS. Garuda Indonesia yang punya 180 rute penerbangan sehari dipasok oleh Aerofood ACS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.