Turis China Terpukau Perpaduan Budaya Sulut di Festival Imlek

Kompas.com - 30/01/2017, 16:27 WIB
KOMPAS.COM/RONNY ADOLOF BUOL Para pelajar yang membawakan Tari Maengket secara kolosal tampil pada Festival Tahun Baru Imlek 2568 di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (29/1/2017).

MANADO, KOMPAS.com - Ratusan turis asal China terpukau dengan perpaduan budaya Sulawesi Utara yang ditampilkan dalam Festival Tahun Baru Imlek 2568 yang digelar Pemerintah Kota Manado, Minggu (29/1/2017).

Turis-turis itu merupakan bagian dari program pariwisata yang sedang digenjot oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yang menargetkan peningkatan pesat kunjungan wisatawan asing terutama dari China.

"Di bulan Januari ini sudah ada sekitar 4.000 lebih turis asal China berkunjung ke Sulawesi Utara," ujar Kadis Pariwisata Kota Manado Hendrik Waroka.

(BACA: Lilin-lilin Imlek dari Teluk Naga)

Dalam Festial Tahun Baru Imlek 2568 yang digelar di komplek Tugu Lilin itu, menampilkan berbagai atraksi budaya Sulawesi Utara. Tampilan tari Maengket yang dibawakan secara kolosal oleh para pelajar menjadi pembuka.

Pemimpin tari yang masih berusia sangat muda dan borpostur mungil mengundang decak kagum, termasuk warga Manado yang datang memenuhi lokasi festival.

Setelah Maengket, atraksi pukul gendang, barongsai, pertunjukan seni beladiri China disajikan sebagai perpaduan kebudayaan etnis Tionghoa dan Sulawesi Utara.

(BACA: Imlek, Bali Jadi Tujuan Berlibur Turis China)

Puluhan penari dari berbagai kelompok sanggar yang membawakan tari Kabasaran, yang menyimbolkan kegagahan para pria Minahasa juga tak kalah memukaunya.

Rangkaian festival yang dilaksanakan di tepi pantai itu kemudian ditutup dengan Tari Katrili massal yang diiringi dengan musik bambu.

Lagi-lagi para pelajar yang membawakan Tari Katrili memukau penonton, terlebih saat mereka mengajak para turis dan warga menari bersama.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut mengatakan bahwa acara ini digelar sebagai dukungan Pemerintah Kota Manado pada program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara guna menjadikan Sulut sebagai destinasi wisata utama.

"Kami memberikan ruang dan kebebasan kepada semua pemeluk agama untuk beribadah serta beraktivitas dengan rasa aman," ujar Lumentut.

Sehari sebelumnya, perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di Manado berjalan dengan meriah. Warga Manado dan sekitarnya terlihat antusias mengucapkan selamat tahun baru untuk warga etnis Tionghoa yang ada di Sulut.



EditorI Made Asdhiana

Close Ads X