Kompas.com - 08/02/2017, 16:08 WIB
Suasana di kampung warna - warni di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (22/7/2016) KOMPAS.com / Andi HartikSuasana di kampung warna - warni di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (22/7/2016)
|
EditorSri Anindiati Nursastri

BOGOR, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang fokus mengembangkan wisata kampung pada tahun 2017. Tercatat 10 kampung di Kota Malang akan dikembangkan menjadi obyek wisata yang akan ditawarkan pada wisatawan.

"Yang sudah eksis enam kampung. Nanti yang akan dikembangkan ada 11 kampung dan setiap kampung itu punya tema sendiri. Kami juga mewujudkan pariwisata berbasis masyarakat. Kalau masyarakat sudah sadar wisata bisa dilanjutkan. Dimulai dari kampungnya yang sudah siap," kata Kepala Seksi Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Agung Harjaya Buana kepada KompasTravel di sela-sela Rapat Koordinasi Promosi Pariwisata Wilayah Asia Tenggara di Bogor, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Menikmati River Tubing Murah Meriah di Sumber Maron Malang

Agung mengatakan wisata kampung di Kota Malang menjadi ciri khas yang membedakan dengan daerah di sekitarnya. Ia mencontohkan Kabupaten Malang terkenal dengan wisata alam dan Kota Batu dikenal dengan wisata buatan.

"Malang itu kota heritage. Kampung ini juga salah satu wisata urban," tambahnya.

Menurutnya, pengembangan wisata kampung di Kota Malang berkaca oleh kesuksesan Kampung Warna-Warni Jodhipan sebagai obyek wisata baru. Dengan adanya wisata kampung, Agung mengatakan wisatawan nantinya bisa berinteraksi di kampung-kampung yang akan dikembangkan.

BACA JUGA: Skybike, Wahana Rekreasi Baru di Kota Malang

Adapun kampung yang akan dikembangkan adalah Kampung Tunjungsekar, Purwodadi, Kasin, Lesanpuro, Klojen, Buring, Merjosari, Bakalan Krajan, Lowokwaru, dan Penanggungan. Agung menambahkan setiap kampung akan punya nilai jual tersendiri.

"(Kampung Tunjungsekar) Temanya Kampung Bamboo Mewek. Itu kampung yang (dekat) sungai. Banyak pohon bambu, dia bikin taman, belajar di saung-saungnya," jelasnya.

Sementara, untuk kampung-kampung lain ada yang berkonsep seperti urban farming, kampung batik, dan kampung go green.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.