Sangiang dan Tradisi Masyarakat Pesisirnya

Kompas.com - 17/04/2017, 07:18 WIB
Warga turun dari kapal, Sabtu (1/4/2017) siang. Dari kejauhan, tampak Gunung Sangiangapi dengan tinggi 1.949 meter di atas permukaan laut. Gunung api yang masih aktif dan berada di tengah laut itu merupakan bagian dari Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara, Barat. Sejak tahun 1985, kawasan gunung itu sudah tidak ditempati lagi dan semua warga berpindah ke Sangiang daratan. Gunung tersebut saat ini hanya digunakan warga Sangiang untuk tempat bercocok tanam dan beternak. KOMPAS/ISMAIL ZAKARIAWarga turun dari kapal, Sabtu (1/4/2017) siang. Dari kejauhan, tampak Gunung Sangiangapi dengan tinggi 1.949 meter di atas permukaan laut. Gunung api yang masih aktif dan berada di tengah laut itu merupakan bagian dari Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara, Barat. Sejak tahun 1985, kawasan gunung itu sudah tidak ditempati lagi dan semua warga berpindah ke Sangiang daratan. Gunung tersebut saat ini hanya digunakan warga Sangiang untuk tempat bercocok tanam dan beternak.
EditorI Made Asdhiana

BERSAMA beberapa orang, Abu Bakar (68) menumpang sampan kecil menuju kapal Putra Afdal yang berjarak sekitar 20 meter dari lepas Pantai Sangiang, Sabtu (1/4/2017) siang. Di atas kapal itu, belasan orang menunggu dengan sabar.

Begitu sampan dengan lebar kurang dari 50 sentimeter dan panjang sekitar 3 meter itu menyentuh pinggir kapal Putra Afdal, mereka bergegas membantu Abu Bakar naik. Abu Bakar, tokoh agama Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, itu langsung duduk.

”Tradisi ini tidak mungkin bisa dimulai tanpa kehadiran beliau,” kata Ayang Syaifullah (38), tokoh pemuda Desa Sangiang.

Siang itu, Abu Bakar hadir untuk memimpin doa Lopi yang dalam bahasa Mbojo, suku yang mendiami wilayah Dompu dan Bima, berarti doa untuk meminta keselamatan atas lopi (kapal).

”Tradisi ini telah ada sejak nenek moyang kami mendiami Sangiang, dan diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini harus dilakukan setiap kali ada kapal baru yang akan melaut untuk pertama kali,” kata Abdul Gani (55), warga Desa Sangiang.

(BACA: 5 Gunung Pilihan untuk Didaki di Indonesia)

Seperti maknanya, doa Lopi ditujukan untuk meminta keselamatan atas kapal karena akan menempuh perjalanan jauh mengarungi laut. Selain keselamatan, doa itu dilakukan agar pemilik kapal dimurahkan rezekinya.

”Kami meyakini, jika tidak didoakan, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika berada di tengah laut,” tambah Abdul Gani.

Menurut Abdul Gani, selain untuk kapal baru, doa Lopi juga dilakukan manakala ada perubahan pada kapal lama milik mereka.

(BACA: Inikah 10 Pantai Terbaik di Indonesia?)

Perubahan itu bisa berupa cat baru, mesin baru, atau ketika pemiliknya mengganti layar. Kapal Putra Afdal milik Ridwan (54) yang siang itu didoakan karena baru selesai dicat ulang.

Prosesi doa Lopi siang itu berlangsung singkat. Dipimpin Abu Bakar, warga yang hadir membaca ayat-ayat Al Quran dan berzikir beberapa menit, kemudian membaca doa. Begitu selesai, pemilik kapal dibantu anggota keluarganya membagikan makanan untuk disantap bersama-sama.

Setelah acara berakhir, pemilik kapal menaikkan jangkar. Selanjutnya, kapal berkeliling mengitari kawasan perairan Sangiang selama sekitar 10 menit.

Menurut Abdul Gani, biasanya untuk kapal, terutama yang baru pertama kali diluncurkan, pemiliknya memotong ayam atau kambing untuk dimasak. Lalu semua warga dikumpulkan. Kemudian ada pembacaan Barzanji (doa-doa, puji-pujian, dan riwayat Nabi Muhammad SAW) yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Setelah itu, warga makan bersama-sama.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

Whats Hot
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

Whats Hot
Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

Whats Hot
Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

Whats Hot
Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Jalan Jalan
Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

Whats Hot
Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

Whats Hot
PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

Whats Hot
Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

Travel Tips
Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

Travel Tips
 Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

Whats Hot
Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

Whats Hot
Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

Jalan Jalan
Cuti Bersama 2020, Pekan Ini Ada Libur Panjang 5 Hari

Cuti Bersama 2020, Pekan Ini Ada Libur Panjang 5 Hari

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X