Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/04/2017, 08:05 WIB
I Made Asdhiana

Editor

Pada 3 Oktober 1957, patung jenderal yang terkenal saat Perang Dunia II merebut kembali Filipina dari Jepang, diresmikan di Taman Jayu atau Taman Pembebasan.

Tanah di Semenanjung Korea terbagi menjadi Selatan dan Utara, sejak pendudukan Jepang berakhir pada akhir Perang Dunia II.

Semenanjung Korea terbagi setelah Amerika Serikat dan Rusia yang masih menjadi satu sebagai Sekutu menang Perang Dunia II pada 1945 bersepakat membagi tanah Korea menjadi Utara dan Selatan dengan pemisah garis paralel lintang 38 derajat.

Pemisah ini disetujui Dewan Keamanan PBB pada 1945 tanpa melibatkan China karena saat itu Taiwan yang dianggap sebagai China.

Tak lama tanah Korea lepas dari perang, karena pada 1950-1953 perang saudara yang berasal dari satu kerajaan itu  meletus.

Korea Utara yang dibantu China melawan 16 negara yang dipimpin Amerika Serikat. Perang ini mendapat restu PBB meski Rusia sebagai anggota Dewan Keamanan Tetap PBB membantu Korea Utara.

Kembali ke patung Douglas MacArthur. Letaknya di tempat tertinggi di Jayu Park. Sekitar patung terdapat taman dengan bunga beraneka warna.

Warga Incheon, Korsel, bermain catur di Taman Jayu.KOMPAS TV/YOPHIANDI KURNIAWAN Warga Incheon, Korsel, bermain catur di Taman Jayu.
Beratapkan kanopi, dua meja lengkap dengan empat kursi di masing-masing sisi meja menjadi tempat asyik buat main catur. Selain dua pecatur ditonton pula oleh rekan-rekannya.

Lebih ke bawah, ada patung berbentuk jangkar yang melambangkan pendaratan pasukan Amerika di sana.

Dan tengahnya adalah sebuah lapangan yang biasa digunakan warga yang melakukan senam.

Sebuah pondok dua lantai dekat lapangan menjadi tempat mengabadikan laut dan kapal kontainer berjajar rapi dengan siluet pegunungan di antara kapal.

Makam PBB untuk para serdadu yang tewas dalam Perang Korea pimpinan AS di Busan.KOMPAS TV/YOPHIANDI KURNIAWAN Makam PBB untuk para serdadu yang tewas dalam Perang Korea pimpinan AS di Busan.
Lewat laut bisa berlayar ke Busan, di sebelah selatan semenanjung Korea. Selain urusan festival film dunia, tempat ini dikagumi karena keindahan lautnya.

Dari pelabuhan, pelancong biasa berlayar menikmati pencakar langit yang berjejer di pinggir laut. Jembatan yang menghubungkan dua daratan juga melintang di Busan.

Sepuluh menit perjalanan dari tempat wisata berlayar, di tengah kompleks pemukiman di Busan, ada jejak lain dari Perang Korea. Pemakaman para tentara dari 16 negara.

Makam yang disebut United Nations Memorial Cemetry, bagi warga Korea Selatan dibangun untuk mengingatkan pada bantuan belasan negara membantu merebut kembali Seoul dari penguasaan saudaranya di Utara.

Patung Jenderal Douglas MacArthur di Taman Jayu, Incheon, Korsel.KOMPAS TV/YOPHIANDI KURNIAWAN Patung Jenderal Douglas MacArthur di Taman Jayu, Incheon, Korsel.
Pemakaman yang dirawat rapi karena blok antar-negara dibangun dengan baik dengan taman yang dipenuhi bunga warna warni.

Meski berlatar belakang kesedihan dan kengerian perang, perawatan taman makam membuat kesan itu hilang. (KOMPAS TV/YOPHIANDI KURNIAWAN)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com