Nasi Uduk, Kuliner Persilangan Budaya Melayu dan Jawa

Kompas.com - 06/05/2017, 10:06 WIB
Nasi uduk hias rias dengan lauk ayam goreng dan dua jenis sambal. KOMPAS.COM/TRI WAHYUNINasi uduk hias rias dengan lauk ayam goreng dan dua jenis sambal.
|
EditorI Made Asdhiana

" Nasi uduk itu dengan bahasa dia (orang Betawi). Tentu berkaitan dengan pemahaman dia dan bahasanya. Bukan nasi gurih, lemak. Ya nasi uduk," ungkapnya.

Hingga saat ini, menurut Pudentia, nasi uduk telah menjadi tradisi sendiri bagi masyarakat Betawi. Ia mengatakan percampuran antara nasi lemak dan gurih yang sudah berjalan ratusan tahun lalu kini telah masuk ke dalam bagian budaya Betawi.

Pudentia mengatakan dari contoh nasi uduk, masyarakat bisa mengetahui budaya-budaya yang ada di Betawi. Salah satunya melalui makanan. "Mengapa ada budaya itu karena ada orang datang ke Betawi," ujarnya.

Diskusi "Kuliner Betawi: Silang Budaya" adalah salah satu bagian acara Pekan Budaya Betawi yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya Jakarta dari tanggal 4 - 6 Mei. Tema yang diangkat yaitu "Mencecap Betawi, Merawat Indonesia".

Acara-acara yang hadir seperti diskusi "Dapur Betawi, Lidah Jakarta" oleh William Wongso dan Zeffry Alkatiri pada Jumat (5/4/2017) pukul 15.00 WIB, "Kuliner dan Ritual Betawi" oleh Yahya A. Saputra dan Ninuk K. Probonegoro pada Sabtu (6/5/2017) pukul 15.00 WIB dan pertunjukan "Nyahi Bareng David Nurbianto en Kojek Rap Betawi" pukul 19.30 WIB.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X