Menabung Setahun, Penambang Belerang Ini Bangun "Homestay" di Gunung Ijen

Kompas.com - 18/05/2017, 21:06 WIB
Ali (kaos putih) bersama ayahnya di depan homestay miliknya. Mereka adalah keluarga penambanh belerang yang mendirikan homestau untuk wisatawan yang berkunjung ke Gunung Ijen KOMPAS.COM/Ira RachmawatiAli (kaos putih) bersama ayahnya di depan homestay miliknya. Mereka adalah keluarga penambanh belerang yang mendirikan homestau untuk wisatawan yang berkunjung ke Gunung Ijen
|
EditorSri Anindiati Nursastri

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Ali (35) terlihat duduk santai di bangku di depan rumah panggung yang berdiri di tengah kebun kopi. Tepat di belakang rumah panggung, terlihat rimbunan pohon pinus yang membuat rumah panggung tersebut terlihat asri.

"Setahun saya dan keluarga menabung untuk membangun homestay ini. Karena, kami adalah keluarga penambang mulai dari kakek, bapak, sampai saya dan adik kakak semuanya bekerja menambang belerang di Gunung Ijen jadi dikasih nama Ijen Miner Family Homestay atau homestay keluarga penambang," kata pria yang bernama asli Ahmad Efendi itu.

Kepada Kompas.com, Rabu (17/5/2017), Ali bercerita bahwa ia bekerja sebagai penambang belerang sejak tahun 2003. Dia memilih bekerja sebagai penambang karena tidak punya keahlian lain.

"Saya SD enggak lulus karena masalah ekonomi akhirnya ya kerja apa saja. 2003 jadi penambang karena jadi penambang tidak butuh ijazah atau keahlian khusus yang penting sehat dan kuat," kata Ali.

Ali yang banyak menghabiskan waktu di sekitaran Gunung Ijen membuatnya sering bergaul dengan wisatawan dan bertemu dengan orang-orang baru. Dia juga sesekali diminta untuk menjadi guide wisatawan yang ingin mendaki Gunung Ijen yang terkenal dengan Blue Fire-nya itu.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Petambang memikul belerang seberat lebih dari 70 kilogram. Mereka harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Ijen menuju Pos Paltuding di kawasan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Gunung Ijen kini sudah mengantisipasi gejala bencana dari kawah tersebut.

Saat bekerja di Gunung Ijen, ia sempat bertemu dengan seseorang yang menanyakan mengapa dia tidak membuka homestay untuk penginapan wisatawan yang akan naik ke Gunung Ijen. Apalagi rumah Ali berada di Dusun Kebon Dadap, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, yang terkenal dengan nama Kampung Penambang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah pembicaraan dengan tamu tersebut saya berkali-kali mikir, apa iya saya bisa mendirikan homestay. Modalnya dari mana. Akhirnya saya ngomong sama bapak dan keluarga besar saya. Kebetulan di bagian belakang rumah bapak ada tanah warisan akhirnya kami sepakat untuk mendirikan homestay," jelasnya.

(Baca juga Wangi Kopi di Kaki Gunung Ijen)

Niatnya semakin kuat ketika dia mengalami kecelakaan saat bekerja menambang belerang. Bagian kaki dan punggungnya luka sehingga tidak lagi sekuat dulu. Jumlah belerang yang diangkut pun semakin sedikit.

Selain itu, dia juga melihat kondisi ayahnya yang semakin tua tapi tetap bekerja sebagai penambang. Selama setahun, Ali dan ayahnya Saryono (57) bekerja keras dengan menambang belerang hampir setiap hari untuk mengumpulkan modal membangun homestay. Hingga saat dirasa tabungannya cukup, mereka mulai membuat pondasi homestay yang berbentuk rumah panggung.

"Untuk kayu milik kami sendiri, dan tenaganya ya kami sekeluarga yang bangun. Habis menambang kami kerja kerja bakti bangun homestay ini. Setahun lebih pokoknya. Jika dapat Rp 100.000, yang 50 (ribu) untuk makan yang 50 (ribu) ditabung bareng-bareng untuk modal rumah," jelas Ali.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

7 Oleh-oleh Makanan Serba Manis Khas Bandung

Jalan Jalan
Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Sejarah Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Berdiri Kokoh Sejak 1760

Jalan Jalan
Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Kegigihan Industri Perhotelan di Tengah Pandemi dan PPKM Jawa-Bali

Travel Update
Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Ancol dan TMII Terapkan Aturan Ganjil Genap hingga 19 September

Travel Update
Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Desa Wisata Majapahit Bejijong Mojokerto, Lokasi Wisata Sejarah Kerajaan Majapahit

Jalan Jalan
Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Hari PMI, Peringatan Sejarah Pendirian Kepalangmerahan Tanah Air

Jalan Jalan
Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jejak Pendirian PMI di Yogyakarta Ada di Museum Benteng Vredeburg

Jalan Jalan
6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.