Kompas.com - 08/06/2017, 09:03 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan perang tarif hotel di Bali terjadi lantaran tidak seimbangnya rasio jumlah kamar dan jumlah wisatawan.

Menurutnya, fenomena perang tarif ini sudah terjadi sejak lima tahun yang lalu. Semenjak tiga tahun ke belakang, perang tarif hotel semakin memburuk.

"Akhir-akhir ini masalah tersebut makin memburuk sejalan dengan makin banyaknya wisatawan low budget, dan tidak seimbangannya antara supply dan demand. Pengelola hotel, tidak berdaya mendapat tekanan dari agen-agen luar (negeri), " kata laki-laki yang juga akrab disapa Cok Ace kepada KompasTravel, Rabu (7/6/2017).

(BACA: Perang Tarif Hotel di Bali Mengkhawatirkan)

Menurut Cok Ace, travel agent dari luar negeri memiliki banyak pilihan hotel di Bali. Sementara, jumlah wisatawan tak sebanyak jumlah hotel di Bali.

"Sehingga pengusaha berpikir daripada kosong terima saja dengan harga murah, dampaknya pelayanan akan rendah. Dari sinilah timbul perang tarif," ujarnya.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Turis asing mengabadikan keindahan Pura Taman Ayun di Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/8/2016). Wisata ke Bali kini dapat dilakukan siapa pun dengan biaya terjangkau.
Sebelumnya, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali dan Pemerintah Provinsi Bali mulai khawatir dengan perang tarif hotel yang tidak lagi sehat.

Ini diindikasikan dengan semakin banyaknya hotel berbintang menurunkan tarif kamar.

Bahkan, tarif hotel bintang tiga mulai setara dengan tarif hotel melati, yakni di bawah harga Rp 300.000 per kamar per malam.

(BACA: Perang Tarif, Banyak Kamar Hotel di Bali Dijual Murah)

Jika ini terus berlangsung, BPPD Bali dan pemerintah provinsi memperkirakan pariwisata Bali tak lagi elegan dan berkualitas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, jumlah hotel berbintang tercatat 281 hotel di Bali. Terbanyak adalah 89 hotel dengan predikat bintang tiga.

KOMPAS.COM/SRI LESTARI Wisatawan asing mengenakan kain yang disediakan petugas di Goa Gajah, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat (1/4/2016)
Secara keseluruhan, terjadi kenaikan hotel cukup signifikan di Bali sejak tahun 2006 yang hanya 1.653 hotel menjadi 2.079 hotel pada 2015 dan 4.880 hotel pada 2016.

Presentase jumlah kamar hotel terbanyak berada di Kabupaten Badung sekitar 75 persen.

Tingkat hunian hotel di Bali juga fluktuatif dan tak pernah menembus angka 76 persen. Bulan Maret tingkat hunian hotel di Bali sekitar 56 persen.

Pada bulan April, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) didominasi dari China lalu disusul Australia. Tercatat 115.634 wisman China dan 91.640 wisman Australia datang ke Bali pada April 2017.

************************

Ingin mencoba wisata cruise gratis Singapura - Malaka - Singapura? Caranya gampang, ikuti kuis dari Omega Hotel Management di sini. Selamat mencoba!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.