Terbuai Slogan I Amsterdam, Kami Langsung Jatuh Cinta...

Kompas.com - 14/08/2017, 08:23 WIB
Kanal di Amsterdam, Belanda. Dalam upaya untuk merebut kembali posisi tujuan wisata utama, kampanye I Amsterdam diperkenalkan sebagai slogan baru pada tahun 2004. NOVA DIENKanal di Amsterdam, Belanda. Dalam upaya untuk merebut kembali posisi tujuan wisata utama, kampanye I Amsterdam diperkenalkan sebagai slogan baru pada tahun 2004.
EditorI Made Asdhiana

Hari pertama, kami langsung bikin janji. Welah akan bertemu Katrin, kakaknya yang sudah 3 tahun tinggal di Belanda. Sedangkan saya, janjian dengan Nhon, sahabat kuliah yang menjadi warga negara Belanda sejak 15 tahun yang lalu.

Kami memilih ikon huruf raksasa "I Amsterdam" yang terletak di Hobbemastraat 19 sebagai titik temu. Ikon kota ini kerap menjadi serbuan wisatawan untuk berfoto dan sempat menjadi trend topik di media sosial.

(BACA: Wow...! Kanal-kanal Amsterdam nan Cantik...)

Di sini terdapat sebuah taman besar untuk bersantai ataupun berolahraga, kedai makanan dan minuman dengan pertunjukan musik serta landmark kota.

I Amsterdam

Meskipun Amsterdam adalah salah satu dari 10 tujuan wisata terbaik Eropa, kota ini sempat memudar peringkatnya sebagai pilihan destinasi wisata.

Dalam upaya untuk merebut kembali posisi tujuan wisata utama, kampanye "I Amsterdam" diperkenalkan sebagai slogan baru pada tahun 2004.

Huruf raksasa I Amsterdam terletak di Hobbemastraat 19. Ikon kota ini kerap menjadi serbuan wisatawan di Belanda untuk berfoto dan sempat menjadi tren topik di media sosial.NOVA DIEN Huruf raksasa I Amsterdam terletak di Hobbemastraat 19. Ikon kota ini kerap menjadi serbuan wisatawan di Belanda untuk berfoto dan sempat menjadi tren topik di media sosial.
Konsep "I Amsterdam" bertujuan untuk mengubah citra kota bahwa Amsterdam bukan hanya menawarkan perdagangan seks dan narkoba, namun juga merupakan tempat yang tepat untuk tinggal dan bekerja bagi warganya, sekaligus sebagai tempat yang layak dikunjungi dengan kualitas pelayanan kota yang lebih baik, agar warganya lebih mencintai dan bangga akan kota mereka.

Cuaca hari itu diperkirakan akan hujan, namun matahari cukup panas saat kami tiba di sana.

Bolak-balik saya buka-pakai mantel semi-winter yang lumayan tebal karena kepanasan selagi jalan dan mengenakannya lagi saat angin dingin mulai bertiup. Sedangkan Welah yang anti gerah hanya mengenakan t’shirt tipis dengan celana jeans.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X