Ini Rekomendasi Kopi Terbaik Indonesia yang Harus Anda Coba

Kompas.com - 19/08/2017, 09:08 WIB
Petani memanen kopi di area lereng Gunung Muria, Dawe, Kudus, Jawa Tengah, Senin (31/7). Kopi Muria khas Kudus jenis Robusta yang tersebar di atas 452 hektar lahan di lereng gunung Muria tersebut memulai panen raya. Kopi Muria dijual dengan harga Rp6.000 per kg untuk kopi basah dan Rp24.000 per kg untuk kopi kering. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/kye/17. YUSUF NUGROHOPetani memanen kopi di area lereng Gunung Muria, Dawe, Kudus, Jawa Tengah, Senin (31/7). Kopi Muria khas Kudus jenis Robusta yang tersebar di atas 452 hektar lahan di lereng gunung Muria tersebut memulai panen raya. Kopi Muria dijual dengan harga Rp6.000 per kg untuk kopi basah dan Rp24.000 per kg untuk kopi kering. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/kye/17.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesa memiliki banyak kopi yang sudah diakui kenikmatannya di dunia. Sebut saja aceh gayo, mandailing, sidikalang, toraja, bajawa flores dan masih banyak lagi, lebih dari 15 daerah penghasil kopi unggulan Indonesia.

Pernahkah Anda bingung memilih mana yang harus Anda coba dahulu, dari beragam asal kopi terbaik Indonesia? Wajar saja Anda bingung, karena beda daerah penghasilnya, beda pula karakteristiknya. Masing-masing memiliki karakteristik unik seperti rasa yang mirip cokelat, jeruk, atau rempah.

"Memilih kopi itu sesuai selera, hanya yang diperhatikan biasanya body kopi (kekentalan), flavor (rasa), dan keasaman," ungkap Viki Rahardja barista senior Indonesia yang sudah malang melintang mempromosikan kopi Indonesia.

(BACA: Suka Ngopi? Ini Cara Benar Membuat Kopi Tubruk)

Ia merekomendasikan lima jenis kopi arabika terbaik dari lima daerah di Indonesia yang bisa Anda coba terlebih dahulu. Menurut Viki, kelimanya memiliki kelebihan yang menjadi nilai jual tersendiri, dan tentunya favorit versi dia.

Berikut rekomendasi kopi arabika beserta karakter dan daerahnya:

1. Wamena, Papua

" Kopi (Wamena) ini menurut saya termasuk jenis kopi langka, susah memanennya, harus naik gunung sampai naik helikopter," ujar Viki pada KompasTravel, dalam peresmian gerai MAXX Corner, Plaza Semanggi, Rabu (16/8/2017) lalu.

Ilustrasi kopi papuaKOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Ilustrasi kopi papua
Jika kopi arabika biasanya ditanam dalam ketinggian di atas 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl), kopi ini ditanam di sekitaran tebing dengan minimum ketinggian 2.000 mdpl.

Proses panen dan lokasinya yang sulit dijangkau tersebut membuatnya semakin enak. Tentunya harga jualnya juga akan semakin mahal.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X