Kompas.com - 19/08/2017, 11:36 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamasi.

Total durasi aksi teatrikal perang kemerdekaan itu berkisar 30 menit. Ada lima segmen dalam aksi teatrikal itu. Pesan yang ingin disampaikan oleh komunitas adalah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.

"Persiapan kami dua minggu latihan. Satu minggu bikin skenario, seminggu latihan dan lalu tampil. Ini kisah singkat proses merdekanya Indonesia, Dimulai dari Jepang masuk, kekuasaan mereka semakin kuat lalu generasi muda gak mau menerima hadiah kemerdekaan dari Jepang," kata perwakilan dari Komunitas Reka Ulang Sejarah, Dion kepada KompasTravel di sela-sela acara Rabu lalu.

Menurutnya, aksi teatrikal kemerdekaan ini diwakili dari berbagai komunitas pencinta sejarah. Ada yang dari Bogor, Jakarta, Depok, Tangerang, dan Banten.

Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah ProklamasKOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamas
"Ada sekitar 45 orang yang memainkan aksi teatrikal. Umur pemainnya ada dari 4-75 tahun. Ada yang berperan jadi tentara PETA (Pembela Tanah Air), imperial japanese army, KNIL," tambahnya.

Setiap pemain bebas memilih peran dalam aksi teatrikal kemerdekaan. Dion mengatakan nantinya peran akan disesuaikan dengan jumlah pemain. Sementara, kostum yang digunakan adalah milik pribadi.

Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah ProklamasKOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamas
"Ini baru tahun pertama di tampil dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan. Kami diundang untuk main di sini. Sebelumnya pernah tampil di Hari Pahlawan di Surabaya dan Serangan Umum Satu Maret di Yogyakarta," ujarnya.

Dion mengatakan Komunitas Reka Ulang Sejarah biasanya tampil pada acara-acara terkait sejarah. Ke depan, Komunitas Reka Ulang Sejarah bakal meramaikan acara peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan di Surabaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Travel Update
Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Travel Tips
Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Travel Update
8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

Jalan Jalan
Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Jalan Jalan
Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Travel Update
5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

Travel Update
Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Jalan Jalan
6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

Travel Tips
Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Jalan Jalan
Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Jalan Jalan
Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Pemerintah Dorong Maskapai Asing Tambah Penerbangan ke Indonesia

Travel Update
Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Bukit Golo Geleng NTT, Tempat Nikmati Matahari Terbit dari Ketinggian

Jalan Jalan
Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.