Kompas.com - 19/08/2017, 11:36 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - "Merdeka..Merdeka..Merdeka.." . Teriakan-teriakan itu menggema di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda, Jakarta.

Laki-laki berbaju coklat dengan tanda kain bertuliskan akronim Badan Keamanan Rakyat di lengannya tampak mengarahkan senapan ke langit. Baku tembak antara tentara Sekutu dengan Indonesia sempat terjadi dengan sengit.

(BACA: Unik, Berbekal Tenda Pasangan Suami Istri Ini Menginap di Museum)

Bunyi-bunyi letupan senapan meramaikan siang di pelataran museum. Warna-warni bom asap menambah warna. Merah, jingga, hijau, dan biru keluar dari bom asap yang berbentuk bola. Sementara, tentara Sekutu dan Indonesia terus berjibaku dalam medan perang.

Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah ProklamasKOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamas
Ada lelaki yang dipapah keluar dari medan perang, ada pula yang bertiarap sambil mengarahkan senapan ke barisan lawan.

Mereka terus memekikkan kata pembakar semangat yaitu "Merdeka!". Suasana terasa pada era perang memerebutkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

(BACA: Napak Tilas Kembali Digelar di Museum Perumusan Naskah Proklamasi)

Pada akhirnya, bendera Inggris dan Belanda selaku tentara Sekutu dapat direbut. Kemudian, para tentara Indonesia beserta rakyat sipil berkumpul. Soekarno dan Hatta berdiri berdampingan di depan barisan tentara.

Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dengan ditutup dengan pengibaran bendera Merah Putih.

Salah satu pemain aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah ProklamasKOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Salah satu pemain aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamas
Suasana peperangan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi adalah aksi teatrikal yang dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah.

Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamasi.

Total durasi aksi teatrikal perang kemerdekaan itu berkisar 30 menit. Ada lima segmen dalam aksi teatrikal itu. Pesan yang ingin disampaikan oleh komunitas adalah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Salah satu pemain aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah ProklamasKOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Salah satu pemain aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamas
"Persiapan kami dua minggu latihan. Satu minggu bikin skenario, seminggu latihan dan lalu tampil. Ini kisah singkat proses merdekanya Indonesia, Dimulai dari Jepang masuk, kekuasaan mereka semakin kuat lalu generasi muda gak mau menerima hadiah kemerdekaan dari Jepang," kata perwakilan dari Komunitas Reka Ulang Sejarah, Dion kepada KompasTravel di sela-sela acara Rabu lalu.

Menurutnya, aksi teatrikal kemerdekaan ini diwakili dari berbagai komunitas pencinta sejarah. Ada yang dari Bogor, Jakarta, Depok, Tangerang, dan Banten.

Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah ProklamasKOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamas
"Ada sekitar 45 orang yang memainkan aksi teatrikal. Umur pemainnya ada dari 4-75 tahun. Ada yang berperan jadi tentara PETA (Pembela Tanah Air), imperial japanese army, KNIL," tambahnya.

Setiap pemain bebas memilih peran dalam aksi teatrikal kemerdekaan. Dion mengatakan nantinya peran akan disesuaikan dengan jumlah pemain. Sementara, kostum yang digunakan adalah milik pribadi.

Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah ProklamasKOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Suasana aksi teatrikal kemerdekaan di bekas rumah Laksamana Tadashi Maeda yang kini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan, Rabu (16/8/2017) siang. Aksi teatrikal dibawakan oleh Komunitas Reka Ulang Sejarah. Teatrikal tersebut untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Museum Naskah Proklamas
"Ini baru tahun pertama di tampil dalam acara Napak Tilas Kemerdekaan. Kami diundang untuk main di sini. Sebelumnya pernah tampil di Hari Pahlawan di Surabaya dan Serangan Umum Satu Maret di Yogyakarta," ujarnya.

Dion mengatakan Komunitas Reka Ulang Sejarah biasanya tampil pada acara-acara terkait sejarah. Ke depan, Komunitas Reka Ulang Sejarah bakal meramaikan acara peringatan Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan di Surabaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Car Free Day Jakarta Kembali Dibuka 22 Mei, Berikut 6 Lokasinya 

Travel Update
Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Harga Tiket dan Rute ke Kedai Sawah Sembalun NTB, Jangan Sampai Nyasar

Travel Tips
Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Cerita Malin Kundang dan Tradisi Merantau Laki-laki Minangkabau

Jalan Jalan
Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

Lagi Tren, Ini 6 Spot Campervan Kece di Bali

BrandzView
Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Agrowisata Kedai Sawah Sembalun di Lombok Timur, Bisa Petik Sayur dan Buah

Jalan Jalan
Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Wisata Bondowoso: Kaldera Ijen Purba yang Punya Banyak Keunikan Alam

Jalan Jalan
Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Sensasi Baru Wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Keliling Naik Jet Ski

Jalan Jalan
Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Jalan Jalan
10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.