Festival Kota Lama Semarang Kembali Digelar di Sepanjang Jalan Kenangan

Kompas.com - 21/09/2017, 19:03 WIB
Keramaian Pasar Malam Sentiling Festival Kota Lama Semarang tahun 2014 lalu. Oens Semarang Foundation Keramaian Pasar Malam Sentiling Festival Kota Lama Semarang tahun 2014 lalu.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

SEMARANG, KOMPAS.com - Festival tahunan Kota Lama Semarang kembali digelar, kali ini mulai 23-24 September 2017. Tahun ini festival yang kerap mengundang wisatawan mancanegara tersebut mengangkat tema "Sepanjang Jalan Kenangan".

"Tahun 2015 lalu Kota Lama Semarang masuk jadi list tentatif World Heritage UNESCO, jadi semuanya harus terus disiapkan menjadi destinasi Internasional. Termasuk adanya festival ini semikin mempopulerkan Kota Lama," ujar Jenny, Ketua Penyelenggara Festival Kota Lama 2017 dalam rilis pada KompasTravel, Selasa (19/9/2017).

BACA: 15 Turis Belanda Naik Becak Keliling Kota Semarang, Simak Penuturannya

Tahun ini Oen's Semarang Foundation (OSF) selaku penyelenggara festival bekerja sama dengan stakeholder dan rekan-rekan Kota Lama, juga beberapa komunitas berdomisili di Belanda, untuk menyelenggarakan Festival Kota Lama 2017.

Salah satu festival terbesar di Semarang itu mengangkat tema "Sepanjang Jalan Kenangan". Wisatawan bersama masyarakat Semarang diajak bersenang-senang di sepanjang jalan kenangan yaitu Jalan Merak.

Festival Kota Lama Semarang yang bertajuk Pasar Malam Sentiling 2014 dibuka di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014) malam, oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Pasar Malam Sentiling digelar dalam rangka memperingati 100 tahun Koloniale Tentoonstelling 1914 di Semarang, salah satu dari 10 pameran terbesar di dunia pada 1910-1920. KOMPAS/AMANDA PUTRI Festival Kota Lama Semarang yang bertajuk Pasar Malam Sentiling 2014 dibuka di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014) malam, oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu. Pasar Malam Sentiling digelar dalam rangka memperingati 100 tahun Koloniale Tentoonstelling 1914 di Semarang, salah satu dari 10 pameran terbesar di dunia pada 1910-1920.
"Bernostalgia menikmati suasana Kota Lama tempo dulu, mulai dari Pasar Malam Sentiling, gala dinner, bazar jajanan, fashion show, street dance, walking tour hingga acara menarik lainnya," ungkap Jenny.

Dalam dua hari, penyelenggaraan Festival Kota Lama Semarang berlangsung di hampir seluruh kawasan Kota Lama Semarang. Namun dengan berpusat di Jalan Merak - Jalan Perkutut - Jalan Kedasih - dan Kolam Retensi Tawang sebagai panggung utamanya.

BACA: Turis Inggris Ini Terpesona dengan Kampung Pelangi di Semarang

Tahun ini, lebih banyak acara yang bisa diikuti oleh wisatawan. Seperti walking tour, best gaun tempoe doeloe saat gala dinner, fashion show Batik Semarang, pameran mobil kuno, ragam pameran perjalanan kota Semarang, hingga talkshow.

"Festival Kota Lama 2017 akan menjadi ruang persahabatan antara Indonesia dengan Belanda. Festival Kota Lama keenam ini diharapkan menjadi kegiatan berskala internasional dengan bekerjasama dengan beberapa pihak mancanegara," tutup Jenny.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

Libur Panjang, Tamu Hotel di Kabupaten Malang Mayoritas dari Surabaya

Whats Hot
Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

Pendakian Gunung Sumbing via Butuh Buka Meski Nepal Van Java Tutup

Whats Hot
Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

Okupansi Hotel Bintang di Banyuwangi Diprediksi Naik Saat Libur Panjang

Whats Hot
Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

Libur Panjang, Ketua PHRI Malang Pastikan Tiap Hotel Punya Kamar Isolasi

Whats Hot
Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Napak Tilas Sumpah Pemuda, Ada Museum W.R Soepratman di Surabaya

Jalan Jalan
Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

Libur Panjang, Hari Ini Tingkat Okupansi Hotel di Kabupaten Malang Capai 60-70 Persen

Whats Hot
Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

Liburan ke Gunungkidul, Saatnya Berfoto di Kebun Bunga Amarilis

Whats Hot
PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

PHRI Bali: Okupansi Hotel Diharap Naik Selama Libur Panjang

Whats Hot
Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

Libur Panjang, Lama Inap Tamu di Hotel Bogor Rata-rata 2 Hari 1 Malam

Whats Hot
Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

Mendaki Gunung Prau Jalur Patak Banteng? Kuotanya 1.200 Orang Per Hari

Travel Tips
Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

Libur Panjang, Tidak Ada Pembatasan Kuota Pendakian Gunung Lawu

Travel Tips
 Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

Kuota Pendakian Gunung Semeru Sudah Penuh Sampai 31 Oktober 2020

Whats Hot
Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

Libur Panjang, Kuota Pendakian Gunung Gede Pangrango Diprediksi Aman

Whats Hot
Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

Wisata Virtual, 3 Museum Napak Tilas Sumpah Pemuda di Jakarta

Jalan Jalan
Cuti Bersama 2020, Pekan Ini Ada Libur Panjang 5 Hari

Cuti Bersama 2020, Pekan Ini Ada Libur Panjang 5 Hari

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X