Sampah Bisa Ditukar Jadi Suvenir di Festival Raja Ampat 2017

Kompas.com - 22/10/2017, 19:03 WIB
Tarian salah satu distrik di Raja Ampat, saat Festival Bahari Raja Ampat, Sabtu (21/10/2017). KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIATarian salah satu distrik di Raja Ampat, saat Festival Bahari Raja Ampat, Sabtu (21/10/2017).
|
EditorSri Anindiati Nursastri


WAISAI, KOMPAS.COM - Pemandangan unik terjadi saat penyelenggaraan Festival Bahari Raja Ampat 2017. Terlihat beberapa wisatawan dan masyarakat mengambil sampah dan menukarkannya di salah satu stan.

Kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang baik tampaknya terus ditingkatkan di Raja Ampat. Tak hanya masyarakat yang bisa ikut andil, tapi juga tiap wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat pada saat itu.

Sampah yang dikumpulkan oleh wisatawan dan masyarakat di Raja Ampat bisa ditukarkan dengan beberapa suvenir ke salah satu stan festival. Tepatnya pada stan dari Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baca juga : Ratusan Penari Tradisional Meriahkan Festival Bahari Raja Ampat 2017

Mereka menyediakan kaus, gantungan kunci dan suvenir lain yang bisa ditukar dengan sampah. Cara penukarannya menggunakan sistem poin, seperti kaus dihargai 150 poin, dan gantungan kunci 50 poin.

Sedangkan satu botol besar air mineral 1500 ml sama dengan 15 poin, ukuran 600 ml sama dengan 10 poin, dan 330 ml sama dengan lima poin.

Dari antusiasme masyarakat, alhasil hanya dalam tiga hari sudah terkumpul 15 karung sampah plastik bekas botol air mineral. Itu hanya dari sekitar destinasi wisata Pantai Waisai Torang Cinta (WTC).

Salah satu staf khusus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut kota Sorong yang bertugas di sana, Hendrik, mengatakan hal tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar membiasakan diri untuk tidak buang sampah sembarangan. Juga mengajak wisatawan yang ke Raja Ampat untuk ikut menjaga kebersihan.

Baca juga : Aquathlon Pertama di Raja Ampat Sukses Digelar

"Sayangnya di Raja Ampat belum ada bank sampah, jadi pengolahan harus ke Sorong. Sebenarnya ada di Misool, tapi juga hanya penampungan sebelum diolah di Sorong," ungkap Hendrik.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan hal ini akan terus dilanjutkan di aluar acara festival. Sehingga masyarakat bisa terus mengampanyekan dan wisatwan yang datang ke Raja Ampat juga bisa ikut andil dan mendapatkan souvenir khasnya. Kaus hadiahnya sendiri bergambarkan keindahan Raja Ampat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X