Kesadaran Turis Indonesia Gunakan Asuransi Perjalanan Masih Rendah

Kompas.com - 10/11/2017, 06:03 WIB
Pendaki melewati jalur pendakian yang berlumpur saat mendaki Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat, Rabu (1/6/2016).  Jalur pendakian Gunung Talang didominasi tanah, lumpur, dan batu kerikil menjelang puncak. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPendaki melewati jalur pendakian yang berlumpur saat mendaki Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat, Rabu (1/6/2016). Jalur pendakian Gunung Talang didominasi tanah, lumpur, dan batu kerikil menjelang puncak.
|
EditorSri Anindiati Nursastri

JAKARTA, KOMPAS.com - Country CEO AXA Indonesia yang juga President Director AXA General Indonesia, Paul Henri Rastoul mengatakan kesadaran turis Indonesia untuk mengasuransikan perjalanannya masih rendah.

Hal itu tersebut dikatakannya saat menjadi salah satu pembicara di ajang Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2018 yang diinisiasi oleh Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) beberapa waktu lalu.

"Indonesia baru mencakup lima persen kesadaran masyarakatnya dalam mengambil asuransi perjalanan. Masih di bawah Singapura 75 persen dan Malaysia 20 persen," ujar Paul Henri dalam siaran pers yang diterima KompasTravel.

(Baca juga : 6 Hal yang Wajib Anda Tahu soal Asuransi Perjalanan )

Pengunjung memanfaatkan liburan mengunjungi Pantai Baron, Yogyakarta, Minggu (2/7/2017). Pantai ini selalu padat pengunjung saat libur sekolah dan lebaran.KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI Pengunjung memanfaatkan liburan mengunjungi Pantai Baron, Yogyakarta, Minggu (2/7/2017). Pantai ini selalu padat pengunjung saat libur sekolah dan lebaran.
Paul menyebutkan, berwisata bagi sebagian besar masyarakat Indonesia sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Bahkan, lanjutnya, tidak sedikit yang menjadikannya sebagai kebutuhan.

Data menyebutkan pada tahun 2016 jumlah masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri mencapai tujuh juta orang atau meningkat enam persen dibanding tahun 2015.

Sementara hingga pertengahan tahun 2017, jumlah masyarakat Indonesia yang bepergian di lingkup domestik telah mencapai 200 juta orang. Sementara, target pemerintah hingga akhir tahun 2017 mencapai 265 juta orang.

(Baca juga : Pentingnya Asuransi Perjalanan Saat Terjadi Teror di Negara Tujuan )

Memanjat tebing Gunung Parang, Purwakarta, menggunakan teknik yang disebut via ferrata atau naik menggunakan tangga baja, Minggu (2/7/2017)KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Memanjat tebing Gunung Parang, Purwakarta, menggunakan teknik yang disebut via ferrata atau naik menggunakan tangga baja, Minggu (2/7/2017)
Belum lagi tingkat perjalanan umrah yang selalu meningkat tiap tahunnya. Data dari Kementerian Agama menyebutkan, tahun 2015 jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai 717 ribu orang dan meningkat 14 persen di tahun 2016 menjadi 818.000 ribu jemaah umrah.

"Angka tersebut tentunya menjadi peluang, hanya saja PR-nya adalah edukasi market. Selama ini masyarakat Indonesia membeli asuransi perjalanan hanya untuk melengkapi persyaratan visa," kata Paul. 

(Baca juga : Asuransi Perjalanan, Perlu atau Tidak?)

Belasan wisatawan dari blogger dan awak media, rafting di Sungai Bogowonto, Purworejo dalam famtrip DInporapar Jawa Tengah, Rabu (15/2/2017). Karakter jeram yang rapat dan sambung menyambung di sungai Bogowonto, menjadi tantangan tersendiri.Bogowonto Indonesia Adventure Belasan wisatawan dari blogger dan awak media, rafting di Sungai Bogowonto, Purworejo dalam famtrip DInporapar Jawa Tengah, Rabu (15/2/2017). Karakter jeram yang rapat dan sambung menyambung di sungai Bogowonto, menjadi tantangan tersendiri.
Paul mengatakan salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran berasuransi adalah kerja sama yang simultan antara regulator, industri, dan biro perjalanan. Selain itu edukasi terhadap pasar bahwa asuransi perjalanan tidak hanya meng-cover kesehatan dan kejadian personal selama perjalanan.

"Tapi juga pengalaman yang tidak menyenangkan yang mungkin didapat konsumen saat bepergian," ujarnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X