Dugaan Komodo Stres, Menpar Setuju Ada Pola Pengaturan Wisatawan

Kompas.com - 15/11/2017, 15:10 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan setuju jika ada pola pengaturan pengunjung yang ingin melihat komodo di Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya setuju, jadi memang kapasitas (untuk melihat) komodo itu harus dibatasi. Tapi sampai sekarang ya sudah pas sih (pengunjungnya). Akan kita batasi (jika pengunjung) di atas 100.000,” ujar Arief saat ditemui di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

(Baca juga : Komodo Disebut Alami Stress, Berapa Banyak Turis yang Datang?)

Ia menjelaskan, ketika wisatawan sudah lebih dari angka tersebut, maka akan diterapkan pengaturan jadwal. Selain itu juga akan dilakukan perbaikan tarif.

“Kalau ingin ada pembatasan (pengunjung) ya itu salah satunya (perbaikan tarif),” katanya.

(Baca juga : Komodo Disebut Alami Stress, Ini Penjelasan Balai TN Komodo)

Dari pembatasan tersebut, menurut Arief, tidak akan mengganggu target yang telah ditetapkan. Sebab, wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara di Labuan Bajo totalnya dobel. "Artinya jumlah wisatawannya makin meningkat," katanya.

Arief menjelaskan, jika diterapkan pengaturan jadwal kunjungan dipastikan tidak ada kontradiksi. Karena hal utama yang wajib dilakukan adalah menjaga daerah wilayah konservasi juga kelestariannya.

Wisatawan mancanegara asal India memotret satwa endemik komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/11/2015).KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJO Wisatawan mancanegara asal India memotret satwa endemik komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Komodo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (19/11/2015).
Dengan demikian, Arief mengimbau pada seluruh wisatawan agar mau didampingi petugas atau guide ketika menjelajah di Taman Nasional Komodo.

“Jalan tengahnya di damping (petugas), jadi kita tenang dan wisatawannya juga tenang. Menurut saya pemandu kita di sana tidak mahal, sudah resmi, dan berseragam. Poinnya adalah selalu didampingi (petugas),” kata dia.

(Baca juga : Valentino Rossi Unggah Foto Liburan di TN Komodo)

Baru-baru ini beredar kabar bahwa komodo yang hidup di Taman Nasional Komodo, mengalami stres akibat banyaknya wisatawan yang datang.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Maurius Ardu Jelamu mengatakan khawatir dengan kondisi komodo yang diduga mengalami stres.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Tempat Wisata di Bangka Tengah, Main ke Pantai dan Hutan Mangrove

9 Tempat Wisata di Bangka Tengah, Main ke Pantai dan Hutan Mangrove

Jalan Jalan
175 Ekor Tukik Lekang Dilepasliarkan di Pantai Bajulmati Malang

175 Ekor Tukik Lekang Dilepasliarkan di Pantai Bajulmati Malang

Travel Update
Pasar Kangen Yogya Hadir Lagi, Bisa Jajan Kuliner Tempo Dulu

Pasar Kangen Yogya Hadir Lagi, Bisa Jajan Kuliner Tempo Dulu

Travel Update
4 Tempat Wisata Dekat Dusun Semilir, Cocok buat Liburan

4 Tempat Wisata Dekat Dusun Semilir, Cocok buat Liburan

Jalan Jalan
Santap Kuliner ala Pedesaan di Malang Sambil Nikmati Pemandangan Danau

Santap Kuliner ala Pedesaan di Malang Sambil Nikmati Pemandangan Danau

Travel Update
7 Tempat Wisata dalam Uang Kertas Baru, Gunung Bromo hingga Wakatobi

7 Tempat Wisata dalam Uang Kertas Baru, Gunung Bromo hingga Wakatobi

Jalan Jalan
7 Bunga di Pecahan Uang Kertas Baru, Ada Sedap Malam

7 Bunga di Pecahan Uang Kertas Baru, Ada Sedap Malam

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Curug Leuwi Hejo, Wisata Air Terjun di Bogor

Harga Tiket Masuk Curug Leuwi Hejo, Wisata Air Terjun di Bogor

Travel Tips
AP I Catat Jumlah Pergerakan Penumpang Tertinggi pada Juli 2022

AP I Catat Jumlah Pergerakan Penumpang Tertinggi pada Juli 2022

Travel Update
HUT RI, Warga Kojadoi NTT Jalani Upacara Bendera di Tengah Laut

HUT RI, Warga Kojadoi NTT Jalani Upacara Bendera di Tengah Laut

Travel Update
Tanggal Merah 2022 Masih Ada Bulan Oktober, Bisa Jadi Long Weekend

Tanggal Merah 2022 Masih Ada Bulan Oktober, Bisa Jadi Long Weekend

Travel Update
Pendaki Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih di Gunung Tertinggi Eropa

Pendaki Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih di Gunung Tertinggi Eropa

Travel Update
Gatotkaca Berjualan di Alun-alun Kota Batu, Sukses Pikat Wisatawan

Gatotkaca Berjualan di Alun-alun Kota Batu, Sukses Pikat Wisatawan

Travel Update
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Spot Diving Labuan Bajo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Berkibar di Spot Diving Labuan Bajo

Travel Update
Tradisi Murok Jerami Jadi Agenda Wisata Tahunan di Bangka Tengah

Tradisi Murok Jerami Jadi Agenda Wisata Tahunan di Bangka Tengah

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.