Pariwisata Salah Satu Faktor Penyumbang Meningkatnya PAD Samosir

Kompas.com - 17/02/2018, 11:42 WIB
Wisatawan lokal dan mancanegara turun dari kapal saat tiba di Pelabuhan Tigaraja Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Senin (13/11/2017). Kapal merupakan moda transportasi untuk mengantarkan wisatawan menyeberang ke Pulau Samosir dengan tarif Rp 10.000 per orang.ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI Wisatawan lokal dan mancanegara turun dari kapal saat tiba di Pelabuhan Tigaraja Danau Toba, Parapat, Simalungun, Sumatera Utara, Senin (13/11/2017). Kapal merupakan moda transportasi untuk mengantarkan wisatawan menyeberang ke Pulau Samosir dengan tarif Rp 10.000 per orang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Bupati Samosir, Rapidin Simbolon memaparkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samosir meningkat sebesar 81 persen di tahun 2017. Salah satu faktor yang sangat mempengaruhi meningkatnya PAD ini adalah sektor pariwisata.

“Paling banyak yang mempengaruhi PAD-nya itu di sektor wisata. Kalau dipresentasekan hampir 55 persen dari sektor wisata,” ujar Rapidin dalam acara Grand Launching Horas Samosir Fiesta 2018, di kantor Kementrian Pariwisata, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Dalam pemaparannya tercatat PAD di tahun 2016 Rp 39,2 miliar dan pada 2017 meningkat sebesar 81 persen menjadi Rp 70,9 miliar. Secara rinci ia pun memaparkan pertumbuhan PAD dari hotel, restoran, dan hiburan.

Baca juga : Catat Ini Jadwal Horas Samosir Fiesta 2018

Pendapatan dari pajak hotel di tahun 2016 Rp 357 juta sementara di tahun 2017 meningkat sebesar 351 persen menjadi Rp 1,6 miliar.

Grand Launching Horas Samosir Fiesta 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Kamis malam (15/2/2018). KOMPAS.com/ANGGITA MUSLIMAH Grand Launching Horas Samosir Fiesta 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata, Kamis malam (15/2/2018).
Kemudian pajak restoran di tahun 2016 Rp 676 juta meningkat di tahun 2017 sebesar 84 persen menjadi Rp 1,2 miliar.

Pendapatan dari pajak hiburan pada tahun 2016 Rp 3 juta meningkat 8.830 persen di tahun 2017 menjadi Rp 223 juta.

Baca juga : Tak Hanya Samosir, Ini 7 Tempat Wisata Anti-mainstream Seputar Danau Toba

Rapidin mengatakan hal tersebut merupakan salah satu gambaran bahwa pertumbuhan sangat bagus di Samosir, Sumatera Utara.

“Ini tanda kejayaan Toba, Toba akan maju kalau ada kebersamaan. Kami akan konsisten laksanakan event juga atraksi, aksesibiltas, dan amenitasnya untuk mewujudkan mimpi Samosir,” kata dia.

Wisatawan menikmati Danau Toba di Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/6/2017).KOMPAS/NIKSON SINAGA Wisatawan menikmati Danau Toba di Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/6/2017).
Sementara itu, kunjungan wisatawan ke Samosir di tahun 2017 pun meningkat hingga 45,79 persen. Secara detil di tahun 2016 tercatat sebanyak 154.905 wisatawan nusantara dan 35.823 wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Samosir. Bila ditotal maka di tahun 2016 ada 190.728 wisatawan yang datang.

Di tahun 2017, ada sebanyak 222.288 wisatawan nusantara dan 55.771 wisatawan mancanegara yang berkunjung. Bila ditotalkan ada sebanyak 278.059 wisatawan yang telah berkunjung ke Samosir.




Close Ads X