Serunya Bertemu Paus di Samudera Terbesar dan Terdalam di Dunia - Kompas.com

Serunya Bertemu Paus di Samudera Terbesar dan Terdalam di Dunia

Kompas.com - 12/07/2018, 14:20 WIB
Pelayaran yang diadakan lima kali sehari dari bulan Juni hingga Oktober ini memiliki rekor penampakan paus 100 persen. KOMPAS.COM/SHIERINE WANGSA WIBAWA Pelayaran yang diadakan lima kali sehari dari bulan Juni hingga Oktober ini memiliki rekor penampakan paus 100 persen.

GOLD COAST, KOMPAS.com - Pernahkah Anda bermimpi mengarungi ombak di Samudera Pasifik dan berlayar di antara puluhan paus?

Di Gold Coast, Australia, pada Kamis (5/7/2018), Kompas.com merasakan sendiri serunya melihat paus di samudera terbesar dan terdalam di dunia bersama Whales in Paradise.

Pelayaran yang diadakan lima kali sehari dari bulan Juni hingga Oktober ini memiliki rekor penampakan paus 100 persen. Dengan kata lain, bila Anda mengikutinya, Anda pasti akan bisa bertemu dengan paus.

Hari itu pun demikian. Pemilik dan Direktur Whales in Paradise, Anthony, berkata bahwa ombak pagi tersebut lebih tinggi dari biasanya. Hal itu berarti paus-paus akan menjadi lebih aktif, walaupun kemungkinan untuk mengalami mabuk laut juga menjadi lebih tinggi.

Untungnya, kru kapal langsung menawarkan obat yang mencegah mabuk laut begitu kami naik ke kapal. Kru kapal merekomendasikan untuk membeli dan segera meminum obat yang dijual dengan harga 2 dollar Australia per orang tersebut agar efeknya mulai bekerja ketika mencapai lautan.

Cruise ini dimulai dengan berlayar di Sungai Nerang terlebih dahulu. Di pinggiran sungai inilah, orang-orang ternama dan terkaya di dunia, termasuk Jackie Chan, membangun rumah-rumah liburan dan memarkirkan kapal mereka. Temukan juga kapel mengapung di antara kapal-kapal tersebut.

Cruise ini dimulai dengan berlayar di Sungai Nerang terlebih dahulu. KOMPAS.COM/SHIERINE WANGSA WIBAWA Cruise ini dimulai dengan berlayar di Sungai Nerang terlebih dahulu.

Setelah itu, kapal akan mulai masuk ke area lautan dan menuju Samudera Pasifik. Pada saat inilah, ombak mulai terasa. P

erlahan-lahan, ombak menjadi semakin tinggi dan pada puncaknya, ombak bahkan masuk ke dalam kapal. Semua penumpang kapal juga diminta untuk selalu berpegangan, karena bila tidak, kami bisa terhempas dari kursi.

Tidak sampai 15 menit setelah masuk ke Samudera Pasifik, kru kapal sudah menemukan dua ekor paus. Mereka menginformasikannya menggunakan sistem jam, di mana jam 12 berarti di depan kapal, jam 6 di belakang kapal, dan seterusnya.

Kedua ekor paus tersebut ditemukan pada arah jam 9 dan semua penumpang pun berbondong-bondong menuju kiri kapal untuk melihat. Kapal juga mendekat ke arah paus dan terus bergerak mengikuti mereka.

Dengan perasaan harap dan jantung yang berdebar-debar, kami melihat gulungan ombak di lautan sambil menyipitkan mata untuk melihat tanda-tanda kemunculan paus ke permukaan. Kapal sempat mengikuti hingga 15 menit sebelum akhirnya kedua paus menampakkan diri dan menyemburkan air ke permukaan.

Biaya untuk mengikuti cruise ini adalah 95 dollar Australia untuk orang dewasa dan 60 dollar Australia untuk anak-anak berusia 14 tahun ke bawah.KOMPAS.COM/SHIERINE WANGSA WIBAWA Biaya untuk mengikuti cruise ini adalah 95 dollar Australia untuk orang dewasa dan 60 dollar Australia untuk anak-anak berusia 14 tahun ke bawah.

Rupanya, mereka adalah sepasang induk dan anak humpback whale yang paling sering ditemukan di perairan ini. Pada bulan Juni hingga Oktober, paus terbesar kelima ini bermigrasi ke Antartika melalui Samudera Pasifik.

Tidak lama kemudian, kru juga menemukan paus humpback lain di arah jam 3. Kali ini paus sedikit lebih besar walaupun juga masih muda. Ia diikuti oleh burung-burung laut yang memakan sisa-sisa dan karang-karang di tubuh paus.

Semakin ke tengah samudera, semakin banyak pula paus yang kami temui. Beberapa bahkan berjarak kurang dari lima meter dari kapal. Tiga di antaranya juga melompat keluar dari lautan dan mempertunjukkan tekukan tubuhnya yang khas.

Lucunya, ada seekor paus muda yang mungkin baru kali ini bermigrasi. Ia penasaran dengan kapal kami dan berputar-putar di sekitar kapal. Agar tidak melukai paus, kru pun mematikan mesin. Kapal kami pun sempat terombang-ambing selama beberapa menit di lautan karena ombak yang diciptakan oleh paus tersebut.

Secara total, dalam pelayaran yang berlangsung selama tiga jam tersebut, kami melihat lebih dari 20 ekor paus.

Bagi awak media dan influencer media sosial yang diundang mengikuti kegiatan ini, pengalaman ini adalah kali pertama kami melihat paus secara langsung di lautan, dan jelas tidak akan bisa dilupakan.

Bila Anda juga tertarik merasakan pengalaman ini, datanglah berkunjung ke Gold Coast. Biaya untuk mengikuti cruise ini adalah 95 dollar Australia untuk orang dewasa dan 60 dollar Australia untuk anak-anak berusia 14 tahun ke bawah.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Komentar

Close Ads X