Ini Bedanya Dongdaemon yang Dikunjungi Jokowi dengan Tanah Abang - Kompas.com

Ini Bedanya Dongdaemon yang Dikunjungi Jokowi dengan Tanah Abang

Kompas.com - 12/09/2018, 15:11 WIB
Doota, salah satu mal di Dongdaemun, Korsel yang buka sampai Subuh. Amal Abdurachman Doota, salah satu mal di Dongdaemun, Korsel yang buka sampai Subuh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berkunjung ke Dongdaemun Korea Selatan, dalam kunjungan kerjanya, Presiden Jokowi teringat degan Pasar Tanah Abang, Jakarta.

"Saya melihat kawasan Tanah Abang-nya Kota Jakarta,” ucap Presiden Jokowi melalui rilis pers, Senin (10/9/2018).

Jokowi menyebut kawasan itu mirip dengan Tanah Abang di Jakarta. Dongdaemun merupakan salah satu distrik utama pariwisata di Seoul, Korea Selatan yang merupakan pusat perbelanjaan.

Keduanya juga berada di pusat Ibu Kota yang mudah dijangkau dengan berbagai trasportasi publik, jika di Tanah abang ada stasiun dan halte busnya, di Dongdaemun juga dekat stasiun kereta bawah tanah.

Namun, apakah yang menjadi perbedaan di Dongdeamun dan Tanah Abang? Berikut ulasannya yang KompasTravel rangkum dari beberapa narasumber.

1. Lapak jualan

Sama seperti Pasar Tanah Abang, Dongdaemun juga terdiri dari bangunan-bangunan mall dan pertokoan besar, yang dikelompokkan dalam blok-blok. Hanya saja penjual baju di sana tidak menjajakan secara "kaki lima".

"Tempat belanja baju-baju murah, ala Tanah Abang banget deh tapi minus pedagang baju kaki lima," tutur Margareth Theresia, warga negara Indonesia yang sedang studi program doktoral di Korea Selatan, saat dihubungi KompasTravel, Selasa (11/9/2018).

Pedagang di jalan-jalan dekat Dongdaemun merupakan penjual jajanan makanan ringan di Korea. Wisatawan bisa memuaskan hasrat kuliner street food-nya di sana.

Pedagang kaki lima okupasi trotoar di sepanjang Blok F, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).Kompas.com/David Oliver Purba Pedagang kaki lima okupasi trotoar di sepanjang Blok F, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (31/5/2018).

2. Jam operasional

Jam operasional Pasar Tanah Abang ialah mulai pagi hari pukul 07.00 beberapa pedagang sudah mulai membuka tokonya, hingga pukul 17.00 WIB. Sedangkan di Dongdaemun, pasar buka hampir 24 jam.

"Iyaaaa (buka) sampe jam 5 subuh haha," tutur Margareth pada KompasTravel. Pasar ini buka hampir 24 jam setiap harinya, mulai buka pukul 10.00 pagi sampai 05.00 pagi.

Artinya, kalau "midnight sale" di mal Jakarta paling bertahan sampai pukul 02.00 dini hari, di sini istilah "shop till you drop" sepertinya berlaku sepenuhnya, Anda bisa belanja sampai Subuh!

3. Harga

Soal harga keduanya memang menjadi pusat grosirnya di masing-masing kota, terutama untuk produk fashion.

Di Tanah Abang, kaus katun untuk dewasa dijual sekitar Rp 55.000, sepatu dan sandal dijual sekitar Rp 50.000 - Rp 250.000.

Sedagkan di Dongdaemun, kaus-kaus dengan 80-100 persen bahan katun dijual rata- rata 10.000-20.000 won, sekitar Rp 130.000. Sepatu dan sandal kulit dipatok harga 15.000-50.000 won, atau sekitar Rp 198.000 - Rp 660.000.

4. Barang yang dijual
Di Dongdaemun dijual berbagai produk fashion mulai yang bekas berkualitas, hingga yang baru dan mengikuti tren kekinian di Korea pada saat itu.

Selain fashion, ada juga kosmetik atau alat kecantikan, hingga souvenir Korea Selatan untuk turis.

"Oleh-oleh juga ada di sana, kayak gantungan kunci Korea gitu, magnet kulkas dan lain-lain buat turis biasanya," kata Margareth Theresia, warga negara Indonesia yang sedang studi program doktoral di Korea Selatan, saat dihubungi KompasTravel, Selasa (11/9/2018).

Hal yang tidak jauh beda bisa kita temukan di Tanah Abang, mulai fashion dan berbagai kelengkapannya, juga alat kecantikan dan souvenir Indonesia. Namun, yang tidak dijual di Dongdaemun ialah perlengkapan dan oleh-oleh haji dan umroh yang khas dijual di Tanah Abang.

Oleh-oleh haji yang sangat mudah ditemukan di Tanah Abang, mulai dari kurma, air zam-zam, busana muslim import, sajadah dan yang lainnya.


Komentar
Close Ads X