Kompas.com - 26/10/2018, 16:10 WIB
Tampak Depan Warteg Kharisma Bahari jalan Haji Batong Raya, kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, pada Selasa (23/10/2018) malam. KOMPAS.com / CITRA FANY SAMPARAYATampak Depan Warteg Kharisma Bahari jalan Haji Batong Raya, kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, pada Selasa (23/10/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.comWarteg menjadi salah satu tujuan diakhir bulan ketika ingin mengenyangkan perut dengan isi kantong pas-pasan. 

Kini warteg tidak hanya dikunjungi mereka dari kalangan bawah saja, melainkan pengusaha, pejabat dan artis sudah tak sungkan lagi makan di warteg. Bahkan beberapa pengusah warteg kini tampil dengan mengusung konsep mewah dan lebih modern.

Banyaknya warteg yang menjamur di sudut kota Jakarta dengan berbagai ide dan kreativitas yang diusung tapi warna warteg selalu sama yaitu mengusung warna-warna terang pada setiap desain ruang.

Misalnya saja Warteg Kharisma Bahari (WKB) yang mengusung warna hijau dan kuning sebagai ciri khas. Lalu, ada warna-warna lain seperti biru di bangunan warteg lainnya.

Sejumlah warga beraktivitas di pinggir Waduk Cacaban, Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018). Sejak musim kemarau tahun ini, volume air di salah satu waduk penyuplai di wilayah pantura itu menyusut hingga lebih dari puluhan meter sehingga mengancam kekeringan terutama persawahan di sejumlah wilayah itu.ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAH Sejumlah warga beraktivitas di pinggir Waduk Cacaban, Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018). Sejak musim kemarau tahun ini, volume air di salah satu waduk penyuplai di wilayah pantura itu menyusut hingga lebih dari puluhan meter sehingga mengancam kekeringan terutama persawahan di sejumlah wilayah itu.
“Warna hijau sendiri kalau di daun itu pupus, kalau di daun tumbuh tunasnya terus, kalau di ekonomi tumbuh terus. Misalnya di lampu merah, hijau kuning merah. Kalau kuning tindakan perlu berhati-hati. Merah sendiri berani, orang yang mau sukses harus berani," jelas Sayudi, pendiri WKB ketika ditemui KompasTravel di Warteg Kharisma Bahari, jalan Haji Batong Raya, kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Selasa lalu.

Sayudi mengatakan warna yang ia pilih adalah ciri khas WKB. Warna itu menjadi salah satu kunci sukses WKB.

"Yah saya bersyukur kalau banyak yang pakai suka sama produk saya,” tambahnya.

Sejarawan makanan, Fadly Irwarawan menjelaskan jika warna-warna terang yang digunakan kebanyakan warteg ini merepresentasikan kota Tegal sebagai daerah pesisir.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebenarnya bukan hanya warna kuning, hijau saja yah tapi biru dan warna terang lainnya. Warna terang yang dipakai ini menampilkan citra dari Tegal sebagai kawasan pesisir yah, sehingga ini di bawah sama orang-orang Tegal. Walaupun secara personal pemilik warteg punya alasannya sendiri menggunakan warna-warna tersebut," jelas Fadly ketika dihubungi Rabu (24/20/2018).

Sejarawan JJ Rizal juga mengatakan bahwa warna-warna terang ini menjadi ciri kota Tegal sebagai kota bahari dan daerah pesisir.

“Tegal ini kan dikenal dengan kota Bahari, kota tropis. Nah karena kota tropis ini identik dengan warna terang, dan ini juga jadi warna khas orang-orang pesisir,” kata Rizal dari sambungan telepon, Kamis (25/10/2018).

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X