Museum Makanan Menjijikkan Ini Buka di Swedia - Kompas.com

Museum Makanan Menjijikkan Ini Buka di Swedia

Kompas.com - 08/11/2018, 20:12 WIB
Salmiakki: Di Swedia mereka makan licorice asin,  kata Pendiri Museum, West. Kurasa itu bagus, sedangkan orang lain di planet ini menganggap itu benar-benar mengerikan.Anja Barte Telin Salmiakki: Di Swedia mereka makan licorice asin, kata Pendiri Museum, West. Kurasa itu bagus, sedangkan orang lain di planet ini menganggap itu benar-benar mengerikan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkunjung ke museum tentunya akan banyak barang bersejarah ataupun artefak lainnya.

Berbeda dengan museum yang baru saja dibuka di kota Malmo, Swedia pada Kamis (1/11/2018) ini justru menampilkan makanan-makanan paling menjijikkan di dunia.

Museum ini lahir dari ide Samuel West, seorang psikolog. Sehari-harinya, West bekerja menjadi psikolog di siang hari dan berkutat dengan hobinya sebagai seorang kurator pada malam harinya.

Disgusting Food Museum ini merupakan proyek keduanya setelah Museum of Failure.

West sendiri terinspirasi mendirikan museum ini dari sebuah artikel tentang konsumsi daging dan pengaruhnya terhadap lingkungan. Artikel itu membawanya menemui banyak sumber protein alternatif seperti aneka jenis serangga yang menjijikkan.

Sebuah hidangan yang ditemukan di jutaan meja Thanksgiving setiap tahun. Menurut kurator museum, Jell-O Salad akan dianggap menjijikkan di luar Amerika Serikat.Anja Barte Telin Sebuah hidangan yang ditemukan di jutaan meja Thanksgiving setiap tahun. Menurut kurator museum, Jell-O Salad akan dianggap menjijikkan di luar Amerika Serikat.
Lewat museum ini, West ingin orang-orang dapat mengenali bahkan dapat mengubah pola pikir mereka tentang makanan yang dianggap menjijikkan.

"Jika Anda bertanya kepada orang-orang apakah mereka akan memakan serangga, mereka mengatakan 'itu menjijikkan'. Itulah hambatannya. Tapi mungkin saya bisa membuat mereka mempertimbangkannya kembali," kata West dikutip dari CNN.

West menerjemahkan idenya itu dalam ruangan museum seluas 400 meter persegi. Di ruangan itu, pengunjung dapat mencium, menyentuh, dan merasakan berbagai makanan yang menjijikkan dari seluruh dunia mulai dari foie gras atau hati angsa hingga hiu fermentasi.

Babi Guinea: Pendiri museum, Dr. Samuel West, menampilkan babi percobaan sebagai contoh makanan yang dianggap lezat oleh sebagian orang dan kontroversial oleh yang lain.Anja Barte Telin Babi Guinea: Pendiri museum, Dr. Samuel West, menampilkan babi percobaan sebagai contoh makanan yang dianggap lezat oleh sebagian orang dan kontroversial oleh yang lain.
"Apa yang kita anggap menjijikkan harus dipelajari karena itu murni soal budaya," ucap West.

West mencontohkan beberapa makanan itu. Misalnya, root beer yang merupakan favorit orang Amerika, justru terasa menjijikkan oleh orang Swedia karena dianggap seperti pasta gigi.

Begitu pun dengan Jell-O salad, tarantula goreng, dan bayi babi, bisa jadi diterima di satu tempat tapi dianggap menjijikkan di tempat lain.

West mengaku tak ingin museumnya sekadar jadi tempat selfie orang kebanyakan di museum lainnya. Dia ingin agar pengunjung juga bisa belajar dan berpikir kritis ketika berkunjung ke museum.

Durian dan penis banteng juga masuk jadi koleksi di museum ini.



Close Ads X