Dulu Tempat Pembuangan Sampah, Kini Jadi Tujuan Wisata di Klaten - Kompas.com

Dulu Tempat Pembuangan Sampah, Kini Jadi Tujuan Wisata di Klaten

Kompas.com - 09/11/2018, 09:47 WIB
Taman Bambu Senopati di tepi Sungai Pandes Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Taman Bambu Senopati di tepi Sungai Pandes Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018).

KLATEN, KOMPAS.com - Lahan di tepi Sungai Pandes Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dahulunya adalah tempat pembuangan sampah desa setempat.

Kini, lahan seluas 1.000 meter persegi telah berubah menjadi sebuah taman yang indah dan asri. Namanya adalah Taman Bambu Senopati.

Sesuai dengan namanya taman ini di kelilingi tumbuhan bambu. Sedang nama Senopati ini diambil dari cerita yang berkembang dari masyarakat setempat.

Konon, tak jauh dari taman tersebut terdapat sebuah makam Panembahan Senopati. Penembahan Senopati saat itu berperang melawan penjajah dan gugur. Kemudian dimakamkan di tempat tak jauh dari taman tersebut.

Baca juga: Menikmati Wisata Tubing di Klaten, Bayar Pakai Sampah

Taman ini dipenuhi tanaman rambat yang subur dan pohon rindang sehingga menjadi sebuah daya tarik bagi pengunjung yang datang. Taman ini cocok untuk sekadar melepas lelah atau bersantai.

Taman ini juga dilengkapi gazebo yang bisa digunakan untuk beristirahat, taman bunga yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat selfie atau berswafoto, toilet, dan lain-lain.

Baca juga: Cuma di Klaten, Bukit Broken Heart...

Bahkan, taman ini bisa dimanfaatkan sebagai terapi bagi pengunjung yang memiliki riwayat penyakit stroke. Mereka bisa terapi kaki dengan berjalan di atas tumpukan batu yang ditata di taman itu.

Taman bambu Senopati di tepi Sungai Pandes Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Taman bambu Senopati di tepi Sungai Pandes Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018).
Menurut Kepala Desa Kalitengah Hariyadi, tepi Sungai Pandes difungsikan sebagai taman mulai akhir tahun 2017. Awalnya banyak sampah di kawasan tersebut.

Baca juga: Menteri Susi Ajak Warga Kota Kurangi Sampah Plastik

Sampah tersebut kemudian dibersihkan warga sekitar dibantu relawan komunitas peduli sungai. Kini kawasan itu menjadi taman.

"Dulu tempat sampah taman bambu itu. Ini inisiatif warga sama ada donatur pihak ketiga akhirnya kita bikin taman bambu Senopati," kata Hariyadi kepada Kompas.com, Kamis (8/11/2018).

Taman bambu Senopati setiap akhir pekan ramai didatangi pengunjung. Meski masih didominasi warga sekitar Klaten, Hariyadi berharap ke depan taman ini menjadi salah satu tujuan pengunjung ketika ke Klaten.

"Konsep taman ini sebenarnya untuk hiburan rakyat dan wisata. Menjadikan sungai bagian dari taman," ungkap dia.

Konsep taman yang berdekatan sungai tersebut, menurut Hariyadi, menyimpan pesan moral yaitu untuk mengajak warga sekitar agar tidak membuang sampah secara sembarang terutama di sungai.

"Iya, masih ada beberapa warga yang membuang sampah ke sungai. Tetapi kalau ketahuan sampah itu akan diambil sama komunitas kemudian kita bawa ke rumah warga yang membuang sampah tersebut. Supaya mereka nantinya tidak kembali membuang sampah ke sungai," ujar Hariyadi.

Kepala Desa (Kades) Kalitengah, Kabupaten Klaten, Hariyadi, Kamis (8/11/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kepala Desa (Kades) Kalitengah, Kabupaten Klaten, Hariyadi, Kamis (8/11/2018).
Koordinator relawan Komunitas Peduli Sungai Klaten, Arif Fuad menjelaskan, sebelum menjadi sebuah taman lahan di tepi Sungai Pandes banyak sampah. Sampah tersebut akhirnya dibersihkan bersama melibatkan warga sekitar sehingga terlihat bersih.

"Iya, dulu banyak sampah. Terus sama warga dan relawan komunitas peduli sungai bersama-sama membersihkan sampah tersebut," jelas Arif.

Taman Bambu Senopati menjadi saksi tempat peresmian taman sungai dan dikukuhkannya 1.500 Srikandi Sungai Indonesia (SSI) se-Kabupaten Klaten, Kamis (8/11/2018). Pengukuhan SSI dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susana Yembise.



Close Ads X