Ini 7 Tempat Bersejarah Dapat Dikunjungi di Kota Pahlawan - Kompas.com

Ini 7 Tempat Bersejarah Dapat Dikunjungi di Kota Pahlawan

Kompas.com - 09/11/2018, 21:08 WIB
Monumen 10 Nopember ini untuk memperingati perjuangan arek Suroboyo yang dipimpin bung Tomo mengusir penjajah.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Monumen 10 Nopember ini untuk memperingati perjuangan arek Suroboyo yang dipimpin bung Tomo mengusir penjajah.


JAKARTA, KOMPAS.com – Memperingati Hari Pahlawan, Anda bisa menikmatinya dengan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Kota Pahlawan yakni Surabaya, Jawa Timur.

Berikut ini beberapa tempat wisata yang dapat Anda kunjungi dihimpun oleh KompasTravel.

1. Tugu Pahlawan

Monumen ini merupakan ikon Kota Surabaya yang dibangun untuk memperingati Hari Pahlawan.

Tugu Pahlawan terletak di tengah Taman Kebonrojo, tepatnya di seberang kantor Gubernur Jawa Timur.

Terdapat sebuah museum di dekat tugu, letaknya di bawaah piramida yang terbuat dari kaca.

Di museum tersebut, pengunjung dapat menyaksikan patung peraga dan ukiran yang menggambarkan peristiwa 10 November 1945.

Museum ini juga memamerkan koleksi pidato Bung Tomo dan rekaman suara Bung Tomo saat menolak ultimatum tentara sekutu yang mengharuskan rakyat Surabaya menyerah.

2. Jembatan Merah

 

Jembatan ini melintas tepat di atas Kali Mas. Kawasan ini kini telah menjadi area Pecinan, di sebelahnya terdapat kawasan yang ramai dengan komunitas Arab.

Mulanya jembatan dibangun untuk menghubungan Surabaya sebelah timur dengan wilayah Surabaya sebelah barat.

Sebelah Timur Kota Surabaya merupakan area pedagang dan pelaut asing. Sementara di sebelah Barat dulunya merupakan kawasan pemerintahan kolonial Belanda.

Kemudian saat pertempuran melawan tentara Belanda dan Sekutu, para arek-arek Suroboyo bertahan di kawasan Jembatan Merah.

3. Gedung Internatio

Gedung ini dibangun pada tahun 1920 dan diketahui sebagai markas bagi tentara sekutu.

Tak sekedar markas tetapi gedung ini pula menjadi saksi sejarah, karena merupakan lokasi tewasnya pimpinan tentara Inggris Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby.

Hingga kini sosok pemuda Indonesia yang menembak Mallaby masih menjadi misteri. Kematian Mallaby menjadi awal meletusnya pertempuran 10 November 1945.

4. Gedung Cerutu

Gedung ini dibangun pada 1916, mulanya adalah kantor perusahaan gula.

Julukan cerutu ini muncul karena bentuk menara gedung ini yang menyerupai bentuk cerutu.

Gedung pun sempat terbengkalai, namun kini sudah beralih fungsi menjadi hotel.

5. Gedung Polwiltabes

Bangunan ini bediri pada tahun 1850. Sejak pertama kali dibangun hingga saat ini, gedung tidak berubah fungsi dan tetap menjadi kantor kepolisian.

Di bawah bangunan ini terdapat penjara bawah tanah. Konon, ada terowongan bawah tanah yang menghubungkan gedung ini dengan penjara Kalisosok.

6. Penjara Kalisosok

Penjara yang terletak di Jalan Kalisosok ini konon ditakuti dan dibangun pada masa Gubernur Jenderal Herman Williams Daendels.

Penjara ini termasuk salah satu saksi sejarah peristiwa 10 November 1945. Kini tembok bangunan ini sudah dipenuhi dengan mural.

7. Hotel Yamoto

Hotel yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit sejak awal telah dibangun dan telah melewati masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Hotel ini dulu bernama Yamamoto, hotel yang menjadi saksi peristiwa perobekan warna biru di bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih.



Close Ads X