Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 14/11/2018, 11:03 WIB

BORONG, KOMPAS.com — Pulau Flores sangat terkenal dengan madu hutannya. Hutan di Pulau Flores sebagai tempat bersarangnya madu khas Pulau Flores. Pohon khusus sebagai sarang lebah ada di seluruh hutan Pulau Flores, mulai dari Flores Timur sampai di Flores Barat.

Selain lebah yang bersarang di pohon di tengah hutan atau di perkebunan milik masyarakat, ada juga lebah tanah yang bersarang di bawah tanah. Lebah yang bersarang di pohon dan lubang tanah berukuran besar.

Belum lama ini desk Travel Kompas.com menurunkan edisi khusus tentang liputan madu di Kabupaten Flores Timur. Liputan khusus tentang keunikan madu Flores Timur menggugah pembaca Kompas.com di seluruh Pulau Flores.

Baca juga: Serunya Ikut Memanen Madu Hutan Flores, Sempat Disengat Lebah!

Informasi seputar liputan budidaya lebah di Flores Timur ini menarik minat seorang pegawai Dinas Pertanian di Kabupaten Manggarai Timur, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur, Yosense Baos.

Yosense Baos, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur membudidayakan kuan tana atau lebah lalat di samping rumahnya di Padarambu, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Minggu (11/11/2018).KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Yosense Baos, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur membudidayakan kuan tana atau lebah lalat di samping rumahnya di Padarambu, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Minggu (11/11/2018).
Minggu (11/11/2018), Kompas.com bertamu di rumah adiknya, Petrus Yohanes Elmiance di kompleks Padarambu, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Lekatnya Flores Timur dengan Madu Hutan

Tak lama kemudian, Yosense Baos pulang dari kebunnya dengan membawa pisang ke rumahnya yang bersebelahan dengan rumah adiknya itu.

Tak lama sesudah itu, Yosense Baos yang biasa disapa Sense Baos menginformasikan bahwa selama ini dia membaca kisah seorang yang membudidayakan lebah di Kabupaten Flores Timur di media Kompas.com.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Cara Bedakan Madu Hutan Murni dengan Oplosan

“Saya mau menginformasikan bahwa ada lebah yang langka di samping rumah. Lebah itu berukuran sangat kecil seperti lalat. Orang lokal di kawasan Selatan Manggarai Timur menyebutnya Kuan Tana.

Yosense Baos, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur membudidayakan kuan tana atau lebah lalat di samping rumahnya di Padarambu, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Minggu (11/11/2018).KOMPAS.com/MARKUS MAKUR Yosense Baos, pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur membudidayakan kuan tana atau lebah lalat di samping rumahnya di Padarambu, Kelurahan Watunggene, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Minggu (11/11/2018).
Selanjutnya Sense Baos memperlihatkan foto saat panen di handphone androidnya. Saat itu juga Kompas.com tertarik untuk melihat budidaya lebah lalat (kuan tana) di samping rumahnya,” jelasnya.

Yosense Baos, Pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Timur kepada Kompas.com, Minggu (11/11/2018) di kediamannya menjelaskan, dirinya mulai membudidayakan kuan tana di samping rumahnya sejak 2104.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perjalanan Domestik Naik 2 Kali Lipat Saat Lebaran, Tak Semuanya Mudik

Perjalanan Domestik Naik 2 Kali Lipat Saat Lebaran, Tak Semuanya Mudik

Travel Update
Mengenal Enam Keret Suku Byak di Kabupaten Tambrauw Papua

Mengenal Enam Keret Suku Byak di Kabupaten Tambrauw Papua

Jalan Jalan
Bebas Visa ke Jepang Sudah Bisa Diajukan WNI Pemegang E-paspor

Bebas Visa ke Jepang Sudah Bisa Diajukan WNI Pemegang E-paspor

Travel Update
Asyiknya Petik Buah Langsung dari Pohon di Agro Cepoko Semarang

Asyiknya Petik Buah Langsung dari Pohon di Agro Cepoko Semarang

Jalan Jalan
Tempat Wisata di Mukomuko Bengkulu Tetap Buka Saat Ramadhan 2023

Tempat Wisata di Mukomuko Bengkulu Tetap Buka Saat Ramadhan 2023

Travel Update
4 Tips Ngabuburit di Kota Tua Jakarta, Jangan Datang Terlalu Sore

4 Tips Ngabuburit di Kota Tua Jakarta, Jangan Datang Terlalu Sore

Travel Tips
8 Masjid Tertua di Pulau Jawa, Ada yang Usianya 735 Tahun

8 Masjid Tertua di Pulau Jawa, Ada yang Usianya 735 Tahun

Jalan Jalan
Masjid Al Jabbar Kini Punya Galeri Rasulullah dan Sejarah Islam Nusantara

Masjid Al Jabbar Kini Punya Galeri Rasulullah dan Sejarah Islam Nusantara

Jalan Jalan
Pantai Waso, Tempat Lihat Sunrise yang Anti-Mainstream di Labuan Bajo

Pantai Waso, Tempat Lihat Sunrise yang Anti-Mainstream di Labuan Bajo

Jalan Jalan
Ramadhan 2023, Kunjungan Wisatawan ke Bantul Turun Hampir 85 Persen

Ramadhan 2023, Kunjungan Wisatawan ke Bantul Turun Hampir 85 Persen

Travel Update
Daftar 27 Masjid di 4 Jalur Mudik, Ada Masjid Raya Al-Jabbar

Daftar 27 Masjid di 4 Jalur Mudik, Ada Masjid Raya Al-Jabbar

Travel Update
Kejahatan Jalanan di Yogyakarta Dapat Kurangi Kepercayaan Wisatawan

Kejahatan Jalanan di Yogyakarta Dapat Kurangi Kepercayaan Wisatawan

Travel Update
15 Tempat Ngabuburit Murah di Surabaya, Ada Lokasi GratisĀ 

15 Tempat Ngabuburit Murah di Surabaya, Ada Lokasi GratisĀ 

Jalan Jalan
Libur Lebaran 2023, Kemenparekraf Rilis Booklet Mudik Jelajah Masjid

Libur Lebaran 2023, Kemenparekraf Rilis Booklet Mudik Jelajah Masjid

Travel Update
4 Daftar Mudik Gratis untuk Lebaran 2023, Masih Bisa Daftar

4 Daftar Mudik Gratis untuk Lebaran 2023, Masih Bisa Daftar

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+