"Begpackers", Fenomena Turis Bule Kehabisan Uang dan Mengemis

Kompas.com - 16/11/2018, 09:40 WIB
Dua orang turis mengemis di Pasar Samkong, Phuket, Thailand. Dok. CoconutsDua orang turis mengemis di Pasar Samkong, Phuket, Thailand.


JAKARTA, KOMPAS.com - Viral kabar mengenai turis Rusia yang kehabisan uang saat berwisata di Bromo, Jawa Timur. Kejadian serupa sebenarnya bukan hanya di Indonesia, tetapi juga terjadi di negara Asia lain seperti Thailand, Vietnam, Singapura, Taiwan, dan Korea.

Contohnya baru-baru situs berita lokal Coconuts Bangkok menampilkan foto dari dua orang turis bule yang mengemis di Pasar Samkong, Phuket.

Dua orang turis yang berusia sekitar 20an ini duduk di aspal sembari menaruh kotak sumbangan dan papan kardus bertuliskan huruf lokal. 

"Nama saya Alex, saya berwisata di Asia selama 15 bulan. Sayangnya saya kehabisan tabungan, tetapi saya tetap positif. Saya ingin memohon kebaikan orang untuk memenuhi mimpi saya berwisata. Tolong berdonasi untuk perjalananku, terima kasih," tulisan di papan yang dibawa turis tersebut.

Setahun belakangan Coconuts mencatat kejadian turis bule mengemis di Thailand. Mulai dari keluarga yang mengemis bersama di Chiang Mai, turis dengan kondisi kaki yang kelainan lantas mengemis dan menghabiskan uang donasi di klub malam Khaosan Road.

Boris, seorang turis asal Rusia, tidur di garasi pemilik apotik sebelum dibawa ke rumah sakit.KOMPAS.com/A. Faisol Boris, seorang turis asal Rusia, tidur di garasi pemilik apotik sebelum dibawa ke rumah sakit.

Ada juga turis yang berjualan setelah kehabisan uang. Seperti turis yang menjual bendera di lampu merah dan membawa papan tulisan ia tuli dan turis yang menjual foto dirinya sendiri.

Fenomena ini sendiri lantas disebut 'Begpackers', singkatan dari beg dan bagpackers. Alias turis berbujet rendah yang berakhir mengemis. Begpcakers menjadi kontroversi khususnya di Asia Tenggara. Beberapa ada yang iba, banyak pula yang jengah. Lantaran banyak yang menggangap mengemis karena kehabisan ongkos di negara berkembang tidak etis.

Di Indonesia begpackers perlahan muncul dengan kejadian turis mengemis, mengamen di Bali, dan turis kehabisan ongkos di Probolinggo, Pekalongan dan Jakarta. Sampai saat ini belum ada solusi atau keijakan akan fenomena begpacker di Indonesia. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X