Kisah Turis yang Selamat dari Terjangan Tsunami di Tanjung Lesung

Kompas.com - 23/12/2018, 17:21 WIB
Kondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018). Pusdalsis KGKondisi mobil-mobil di Wisma Kompas Gramedia Karang Bolong Banten setelah dihantam tsunami, Minggu (23/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada firasat buruk yang tersirat dalam benak Aji Hutomo (31), wisatawan asal Jakarta saat melajukan kendaraannya ke kawasan Tanjung Lesung, Banten, Sabtu (22/12). Bersama tiga kerabat, Aji tiba di Tanjung Lesung pukul 16.00 WIB.

"Sore itu berjalan biasa saja. Ombak tenang. Tapi memang saat saya mengunjungi Tanjung Lesung Beach Club, memang ombaknya agak besar. Dari kejauhan terlihat Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap dari puncaknya. Tapi tidak ada firasat buruk, karena warga lokal, wisatawan, semua orang biasa saja," tutur Aji kepada KompasTravel, Minggu (23/12/2018).

Malam itu mereka berempat menginap di Kampoeng Nelayan, dengan kondisi kamar yang berada di atas laut, dipasak menggunakan tiang. Mereka berempat memutuskan untuk makan malam di kamar. Air laut tampak agak pasang, namun Aji tetap tak berprasangka buruk karena malam itu bulan purnama memang bersinar sangat terang, bulat sempurna.

Kapal terbalik

Hingga sekitar pukul 21.30 WIB, salah satu kerabat melihat kapal terbalik di tengah laut. Aji langsung diminta masuk ke kamar. Tepat saat itu, ombak pertama menghempas.

"Langsung sebetis tapi kencangnya luar biasa. Saya langsung terhempas. Begitu masuk kamar, dalam hitungan detik, ombak kedua langsung menghempas. Semua kaca kamar pecah, air laut merembes dari jendela dan lantai kayu," kisahnya.

Baca juga: Pascatsunami, Seluruh Aktivitas Promosi Wisata Banten dan Lampung Dihentikan

Tanpa aba-aba, mereka berempat langsung mengambil tas berisi barang-barang penting seperti ponsel, dompet, dan kunci mobil. Begitu akan keluar kamar, jembatan sepanjang 2-3 meter yang menghubungkan kamar dan daratan sudah terendam air laut.

Mereka lari sampai daratan. Tiga detik kemudian, jembatan tersebut hancur.

"Proses itu semua, dari sadar adanya bencana sampai kamar hancur lebur, hanya sekitar 15 detik," ungkap Aji.

Jembatan akses menuju kamar hotel dari penginapan Kampoeng Nelayan, Tanjung Lesung, Banten, hancur diterjang ombak tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018).DOK. PRIBADI Jembatan akses menuju kamar hotel dari penginapan Kampoeng Nelayan, Tanjung Lesung, Banten, hancur diterjang ombak tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018).

Balai Desa

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X