Indonesia Bidik Wisatawan Belanda untuk Liburan Musim Panas

Kompas.com - 10/01/2019, 14:10 WIB
Wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi kawasan Geopark Batur di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (19/7/2018). Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan devisa 1 miliar dollar AS dan jumlah kunjungan 1.102.500 wisman dari 11 geopark Indonesia hingga tahun 2019.ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA Wisatawan mancanegara (wisman) mengunjungi kawasan Geopark Batur di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (19/7/2018). Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan devisa 1 miliar dollar AS dan jumlah kunjungan 1.102.500 wisman dari 11 geopark Indonesia hingga tahun 2019.

LONDON, KOMPAS.com - Indonesia berupaya menjaring wisatawan Belanda yang ingin berlibur pada musim panas dengan melakukan promosi pada pameran pariwisata terbesar di Belanda, Vakantibeurs, yang berlangsung di Utrecht pada 9-13 Januari 2019.

"Mengawali tahun baru ini, Kementerian Pariwisata ( Kemenpar) untuk ke-49 kalinya berpartisipasi pada Vakantibeurs, ajang promosi pariwisata terbesar di wilayah Benelux, dalam upaya menarik wisatawan Belanda berlibur pada musim panas," kata Asdep Pemasaran Regional IV/Eropa Kemenpar, Agustini Rahayu, kepada Antara London, Kamis (9/1/2019).

Baca juga: 6 Tempat Berfoto ala Belanda di Lawang Sewu

Agustini Rahayu memaparkan, Belanda merupakan salah satu dari lima pasar utama di Eropa yang diharapkan dapat memberikan kontribusi jumlah wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 310.000 orang dari target 20 juta tahun 2019.

Menurut dia, tahun lalu Vakantiebeurs diikuti oleh 1.126 peserta dan dihadiri 105.369 pengunjung dari 119 negara dengan skema dua hari pameran untuk antar-pebisnis dan tiga hari untuk konsumen.

Penumpang mengantre sebelum menaiki kapal untuk tur menyusuri kanal di kota Amsterdam, Belanda.KOMPAS.com/Lusia Kus Anna Penumpang mengantre sebelum menaiki kapal untuk tur menyusuri kanal di kota Amsterdam, Belanda.
Diakuinya tahun ini animo semakin besar dan Indonesia dalam hal ini Kemenpar memfasilitasi 21 industri pariwisata, terdiri dari 11 travel agent/tour operator, 10 hotel/akomodasi, dua organisasi kepariwisataan, dan Garuda Indonesia.

Baca juga: Klaten Kini Punya Taman Bunga Bernuansa Belanda

Dalam rangkaian promosi di ajang ini, "media workshop" merupakan salah satu acara yang sangat dinantikan peserta untuk memberikan informasi mengenai "up and rising destination" yang menjadi "highlight" tahun 2019.

Untuk menjaga jalinan hubungan dengan kalangan industri pariwisata Indonesia dan Belanda, Kemenpar memfasilitasi temu ramah dan jejaring yang akan dihadiri mitra bisnis Kemenpar dan co-exhibitor yang tergabung di Paviliun Indonesia.

Baca juga: Musim Semi Tiba, Saatnya Berkunjung ke Keukenhof di Belanda

Agustini Rahayu mengatakan fasilitasi pemantapan hubungan bisnis ini digunakan sebagai kesempatan untuk menyampaikan informasi mengenai proses pemulihan destinasi pariwisata yang terdampak bencana alam seperti Lombok.

Sejumlah jasa sewa kuda berada di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Lautan pasir seluas 5,920 hektar (sekitar 10 km persegi) membentang mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Batok , Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangan, berada pada ketinggian 2100 m dpl tersebut merupkan salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan dari luarkota maupun mancanegara.ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAH Sejumlah jasa sewa kuda berada di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Lautan pasir seluas 5,920 hektar (sekitar 10 km persegi) membentang mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Batok , Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangan, berada pada ketinggian 2100 m dpl tersebut merupkan salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan dari luarkota maupun mancanegara.
Selain membagi informasi kesiapan Indonesia menerima wisatawan serta penyampaian program promosi Wonderful Indonesia di Belanda, Kemenpar juga menyampaikan strategi baru yang lebih segar mencakup promosi melalui "tourism hub."

Dalam Vakantibeurs, Kemenpar menampilkan unjuk budaya dalam pertunjukan tarian, karnaval, musik, dan henna, serta pemutaran film yang mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi keindahan alam, kesenian dan kerajinan yang unik, musik yang khas, kekayaan gastronomi dan destinasi wisata.

Kemenpar juga menyajikan "hospitality corner" yang merupakan cerminan keramahan masyarakat Indonesia dengan sajian makanan khas, kopi, dan minuman tradisional yang dibagikan kepada pengunjung sebagai pengalaman kecil untuk mengetahui Indonesia.



Close Ads X