5 Bencana di Indonesia yang Berdampak ke Sektor Wisata - Kompas.com

5 Bencana di Indonesia yang Berdampak ke Sektor Wisata

Kompas.com - 16/01/2019, 22:04 WIB
Asap dari api yang membakar hutan lereng Gunung Agung setelah terjadinya lontaran batu pijar dari kawah, terlihat dari Desa Tulamben, Karangasem, Bali, Selasa (3/7/2018). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya erupsi Gunung Agung dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter yang disertai lontaran batu pijar sejauh dua kilometer.AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA Asap dari api yang membakar hutan lereng Gunung Agung setelah terjadinya lontaran batu pijar dari kawah, terlihat dari Desa Tulamben, Karangasem, Bali, Selasa (3/7/2018). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya erupsi Gunung Agung dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter yang disertai lontaran batu pijar sejauh dua kilometer.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah bencana sepanjang tahun 2010 - 2018 tercatat mempengaruhi industri pariwisata. Bencana seperti erupsi Gunung Agung Bali menyebabkan kerugian hingga Rpp 11 triliun di sektor pariwisata.

"Industri pariwisata sangat rentan terhadap bencana, apabila tidak dikelola dengan baik, dampaknya akan mempengaruhi ekosistem pariwisata dan pencapaian target kinerja pariwisata," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers, Kamis (16/1).

Menurutnya, mitigasi bencana harus ditempatkan menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan sektor pariwisata. Mitigasi dan pengurangan risiko bencana hendaknya ditempatkan sebagai investasi dalam pembangunan pariwisata itu sendiri.

BNPB merangkum sejumlah bencana dan berdampak pada sektor pariwisata. Berikut catatan BNPB tentang bencana yang terjadi di Indonesia.

1. Erupsi Gunung Merapi

Material sisa erupsi Gunung Merapi masih menumpuk di sekitar sejumlah dam Sabo di Kali Gendol seperti yang ditemui di Dusun Bronggang, Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (27/11/2012). Hal ini membuat dam penahan luncuran material vulkanik dalam bentuk lahar hujan tersebut tidak dapat berfungsi maksimal. 

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Material sisa erupsi Gunung Merapi masih menumpuk di sekitar sejumlah dam Sabo di Kali Gendol seperti yang ditemui di Dusun Bronggang, Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (27/11/2012). Hal ini membuat dam penahan luncuran material vulkanik dalam bentuk lahar hujan tersebut tidak dapat berfungsi maksimal.
Erupsi Gunung Merapi tahun 2010, telah mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan di beberapa obyek wisata di Yogyakarta dan Jawa Tengah mencapai hampir 50 persen.

2. Kebakaran hutan dan lahan

Kekeringan di Kabupaten Magetan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bancak Kabupaten Magetan. Dok BPBD Magetan Kekeringan di Kabupaten Magetan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bancak Kabupaten Magetan.
Bencana kebakaran hutan dan lahan pada Agustus hingga September 2015 menyebabkan 13 bandara tidak bisa beroperasi karena jarak pandang pendek dan membahayakan penerbangan.

Bandara harus tutup, berbagai event internasional ditunda, pariwisata betul-betul tertekan. Industri airline, hotel, restoran, tour and travel, obyek wisata dan ekonomi yang di-drive oleh sektor ini pun terganggu.

3. Erupsi Gunung Agung

Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis ketika diabadikan dari Desa Datah, Karangasem, Bali, Jumat (29/6). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya erupsi Gunung Agung dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter namun status gunung tersebut masih pada level siaga. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/SPt/18.ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana Cahaya magma dalam kawah Gunung Agung terpantul pada abu vulkanis ketika diabadikan dari Desa Datah, Karangasem, Bali, Jumat (29/6). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat terjadinya erupsi Gunung Agung dengan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter namun status gunung tersebut masih pada level siaga. ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/SPt/18.
Erupsi Gunung Agung di Bali tahun 2017 menyebabkan 1 juta wisatawan berkurang dan kerugian mencapai Rp 11 trilyun di sektor pariwisata. Penerbangan dari dan menuju ke Bali dibatalkan karena efek penutupan bandara.

4. Gempa Lombok

Wisatawan asing mencari tumpangan pascagempa di Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8/2018). Para wisatawan yang berkunjung ke Tiga Gili pascagempa 7 (SR) di Kabupaten Lombok Utara memilih meninggalkan kawasan wisata tersebut dengan alasan keamanan. ANTARA FOTO/ AHMAD SUBAIDI Wisatawan asing mencari tumpangan pascagempa di Kecamatan Pemenang,Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (6/8/2018). Para wisatawan yang berkunjung ke Tiga Gili pascagempa 7 (SR) di Kabupaten Lombok Utara memilih meninggalkan kawasan wisata tersebut dengan alasan keamanan.
Gempa Lombok yang beruntun pada tahun 2018 menyebabkan 100.000 wisatawan berkurang dan kerugian Rp 1,4 triliun di sektor pariwisata.

5. Tsunami Selat Sunda

Tampak salah satu area di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang sebagai wilayah terparah diterjang tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12/2018).KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Tampak salah satu area di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang sebagai wilayah terparah diterjang tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12/2018).

Tsunami di Selat Sunda pada 22/12/2018 menyebabkan kerugian ekonomi hingga ratusan miliar di sektor pariwisata. Bencana menyebabkan efek domino berupa pembatalan kunjungan wisatawan hingga 10 persen.

Sebelum dilanda tsunami, tingkat hunian atau okupansi hotel dan penginapan di kawasan wisata Anyer, Carita, dan Tanjung Lesung mencapai 80–90 persen.



Close Ads X