Kompas.com - 25/01/2019, 14:31 WIB
Sepanjang tahun 2018, akun @hobimakan.banyuwangi me-review 500 lebih kuliner di Banyuwangi, Jawa Timur. KOMPAS.com/IRA RACHMAWATISepanjang tahun 2018, akun @hobimakan.banyuwangi me-review 500 lebih kuliner di Banyuwangi, Jawa Timur.

Jumlah pengikut terbanyak berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan sebanyak 66 persen, sedangkan follower terbanyak berasal dari Kota Banyuwangi.

"Sementara untuk website Hobi Makan Banyuwangi banyak diakses dari luar kota. Terbanyak Surabaya, Jember, Jakarta. Bahkan Makasar, Semarang dan Medan juga masuk urutan 10 kota yang mengakses website hobi makan banyuwangi," kata Andreas.

Selain itu, Hobi Makan Banyuwangi juga merilis 3 kuliner terpopuler pada tahun 2018, 3 kuliner yang paling banyak di-save, 3 kuliner yang paling banyak dilihat, 3 kuliner yang paling banyak di-share, serta top online untuk jenis makanan, snack dan minuman.

"Tiga makanan terpopuler di tahun 2018 adalah Mie singomayan, Lacosta Cafe dan Jajanan Mbah Juanik. Kami ikut bahagia jika makanan yang kami review ikut laris, seperti mbah Juanik yang sudah 40 tahun berjualan jajanan tradisional. Itu pun ketemunya tidak sengaja," katanya.

Andreas mengaku sengaja membuka "daleman" Hobi Makan Banyuwangi sebagai bentuk apresiasi dan kontribusi pada dunia kuliner di Banyuwangi.

"Sekarang sudah masuk era digital dan kami bukan hanya sekadar posting tapi juga memaparkan 'daleman' hobi makan Banyuwangi sehingga follower tahu jenis kuliner apa yang disukai," kata Andreas.

Terkadang, Andreas bersama timnya juga melakukan pertemuan dengan beberapa folowernya untuk mencicipi kuliner.

Makan bersama followers akun @hobimakan.banyuwangi di salah satu tempat makan di Banyuwangi, Jawa Timur.KOMPAS.com/IRA RACHMAWATI Makan bersama followers akun @hobimakan.banyuwangi di salah satu tempat makan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Laki-laki yang kerja di perbankan ini mengakui dengan mengelola akun kuliner banyak pengalaman yang didapatkannya seperti bertemu dengan banyak orang baru, baik pemilik kedai ataupun folowers.

Selain itu jaringan pertemanan juga semakin luas serta referensi makanan juga bertambah.

"Kita tidak membatasi jenis kuliner yang diunggah. Mulai makanan daerah sampai yang modern. Semuanya, yang penting rasanya enak dan enak banget. Bahkan kita juga sering mencari makanan yang unik dan legendaris pada akkhir pekan atau liburan, karena saya dan teman-teman kan juga punya pekerjaan utama. Tapi yang pasti sejak mengelola akun ini berat badan juga ikut bertambah," katanya sambil tertawa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.