Replika Singa Raksasa Siap Pecahkan Rekor di Festival CGM Singkawang

Kompas.com - 29/01/2019, 16:27 WIB
Salah satu tatung asal dayak menari-nari di dalam area panggung kehormatan Cap Go Meh Singkawang, Sabtu (11/2/2017). KOMPAS.COM/MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASalah satu tatung asal dayak menari-nari di dalam area panggung kehormatan Cap Go Meh Singkawang, Sabtu (11/2/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun ini perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat akan semakin meriah dengan kehadiran replika singa raksasa setinggi 8,8 meter. Adapun festival ini akan dibuka pada tanggal 3 Februari 2019.

Replika singa raksasa ini diharapkan dapat memecahkan rekor dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) dalam festival tahunan yang menjadi agenda wajib bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara ini.

Staf Ahli Menteri Bidang Multikultural Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan, pemecahan rekor Muri seperti ini sudah berlangsung setiap tahun. Tahun lalu, 9 replika naga raksasa dihadirkan untuk memeriahkan festival Cap Go Meh di Singkawang.

Baca juga: Jelang Cap Go Meh di Singkawang, Pemesanan Hotel Meningkat

"Sepasang singa ini sudah dipersiapkan sejak empat bulan lalu menggunakan bahan styrofoam oleh putra daerah Kota Singkawang. Sedangkan angka 8 dari ukuran singa tersebut lantaran angka 8 merupakan angka sempurna," ujar Esthy.

Manajer Muri Andre Purwardono saat menyerahkan piagam Muri kepada Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Ketua Panitia Tjhai Leonardi usai pembukaan secara resmi parade pawai Tatung di Singkawang, Kalimantan Barat  (2/3/2018)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Manajer Muri Andre Purwardono saat menyerahkan piagam Muri kepada Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie dan Ketua Panitia Tjhai Leonardi usai pembukaan secara resmi parade pawai Tatung di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018)
“Lalu yang bagusnya lagi, replika tersebut yang buat orang-orang disabilitas di sana. Ini perlu diapresiasi sehingga menjadi tontonan yang menarik,” lanjutnya.

Tak hanya replika singa raksasa, kemeriahan festival juga akan semakin meriah dengan hadirnya pawai lampion yang biasanya digelar pada malam hari.

Baca juga: Ngerinya Prosesi Tatung di Singkawang

Usai menikmati warna warni lampion, wisatawan akan diajak menikmati nuansa religi di Kota Singkawang. Prosesi Tolak Bala oleh para rohaniawan atau tatung akan digelar pada 18 Februari 2019.

"Berikutnya, ada prosesi Sembahyang Dewa Langit (Ket Sam Thoi). Kedua sub event ini digelar di Kota Singkawang. Nuansa religi ini juga ikut menegaskan status Singkawang sebagai Kota Seribu Kelenteng," kata Esthy.

Kemeriahan pawai lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (28/2/2018). Ribuan masyarakat dan wisatawan tumpah ruah menyaksikan perhelatan akbar tahunan di Kota Singkawang itu.KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Kemeriahan pawai lampion dalam rangkaian puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2569 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat (28/2/2018). Ribuan masyarakat dan wisatawan tumpah ruah menyaksikan perhelatan akbar tahunan di Kota Singkawang itu.
Adapun perayaan puncak festival akan digelar pada 19 Februari 2019. Saat itu aksi-aksi unik dari para Tatung dapat bisa dinikmati di sepanjang jalan utama Kota Singkawang. Ada juga Altan & Lelang yang dilanjutkan dengan prosesi penutup dengan pembakaran Replika 12 Naga di Vihara Buddhayana Roban (Chai Thong).

Baca juga: Kata Menteri Agama tentang Festival Cap Go Meh di Singkawang

Esthy mengatakan akses menuju ke Kota Singkawang sangat mudah. Bila melalui jalur darat, wisatawan pun bisa menggunakan bus Damri dari Bandara Supadio, Pontianak. Tarif yang ditawarkan sekitar Rp 100.000 sekali jalan. Total ada 5 armada yang disiapkan dengan interval keberangkatan pukul 09.00, 11.00, 12.00, 13.00, dan 14.00 WIB.

Bagi para wisatawan asal Malaysia maka aksesnya jauh lebih sederhana. Mereka bisa menempuh jalur darat langsung dari Kuching menuju Singkawang melalui pintu PLBN Aruk di Sambas, Kalimantan Barat.

Tak hanya itu, ada beragam hotel yang ditawarkan Kota Singkawang dengan harga mulai dari Rp 200.000 per malamnya.

Aksi para Tatung dalam Cap Go Meh 2569 di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018).KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Aksi para Tatung dalam Cap Go Meh 2569 di Singkawang, Kalimantan Barat (2/3/2018).
Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap semakin banyak wisatawan yang tertarik mengunjungi festival ini. Ia pun berharap festival ini mampu menarik wisatawan dari wilayah perbatasan seperti Taiwan, China ataupun Malaysia.

“Pariwisata perbatasan dilakukan dengan menggarap pasar di wilayah perbatasan NKRI berpotensi lebih banyak dikunjungi wisman dari negara tetangga karena memiliki kedekatan secara geografis. Mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional yang membuat pariwisata perbatasan lebih mudah dikunjungi,” kata Arief Yahya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X