Berapa Lama Wisatawan Menginap di Hotel Berbintang Indonesia? - Kompas.com

Berapa Lama Wisatawan Menginap di Hotel Berbintang Indonesia?

Kompas.com - 02/02/2019, 07:48 WIB
Wisatawan mancanegara di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/11/2018).KOMPAS.com/SILVITA AGMASARI Wisatawan mancanegara di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (23/11/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Saat berlibur, wisatawan biasanya akan menginap di sebuah destinasi. Khusus wisatawan yang berkunjung ke Indonesia Badan Pusat Statistik mencatat rata-rata lama menginap di hotel klasifikasi bintang  hanya 1,75 hari pada Desember 2018. Jumlah ini naik 0,03 persen dari Desember 2017.

Secara umum, rata-rata lama menginap tamu asing Desember 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata lama menginap tamu lokal, yaitu masing masing 2,87 hari dan 1,59 hari.

Jika dirinci menurut provinsi, rata-rata lama menginap tamu yang terlama pada Desember 2018 tercatat di Provinsi Bali yaitu 2,81 hari, diikuti Provinsi Papua 2,42 hari, dan Provinsi Sulawesi Tenggara 2,33 hari. Sedangkan rata-rata lama menginap tamu yang terpendek terjadi di Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,25 hari.

Baca juga: Jaringan Jambuluwuk Hotel Bakal Hadirkan Hotel Butik di Jakarta

Untuk tamu asing, rata-rata lama menginap paling lama tercatat di Provinsi Jambi, yaitu sebesar 5,33 hari, sedangkan tamu asing dengan rata-rata lama menginap terpendek terjadi di Provinsi Sulawesi Barat yaitu 1,13 hari.

Sementara, rata-rata lama menginap terlama untuk tamu Indonesia tercatat di Provinsi Papua sebesar 2,38 hari, sedangkan tamu Indonesia dengan rata-rata lama menginap terpendek terjadi di Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,24 hari.

Tingkat Penghunian Kamar di Hotel Bintang Indonesia

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada Desember 2018 mencapai rata-rata 59,75 persen atau naik 0,22 poin dibandingkan TPK Desember 2017 yang sebesar 59,53 persen.

Wisatawan berkunjung di kompleks wisata Taman Sari Yogyakarta, Jumat (9/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia secara kumulatif (Januari-September 2018) mencapai 11,93 juta kunjungan, atau naik 11,81 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 10,67 juta kunjungan.ANTARA FOTO/ANDREAS FITRI ATMOKO Wisatawan berkunjung di kompleks wisata Taman Sari Yogyakarta, Jumat (9/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia secara kumulatif (Januari-September 2018) mencapai 11,93 juta kunjungan, atau naik 11,81 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2017 yang berjumlah 10,67 juta kunjungan.
TPK tertinggi tercatat di Provinsi Bengkulu sebesar 72,05 persen, diikuti Provinsi DI Yogyakarta sebesar 70,15 persen, dan Provinsi Lampung yaitu sebesar 69,45 persen, sedangkan TPK terendah tercatat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebesar 37,76 persen.

Sulawesi Barat tercatat sebagai provinsi dengan kenaikan TPK hotel klasifikasi bintang tertinggi dengan poin 25,06. Diikuti Sulawesi Tenggara 16,40 poin, dan Kalimantan Utara
11,21 poin.  Kenaikan terendah tercatat di Provinsi Bengkulu yaitu sebesar 1,76 poin.

Sementara itu, terjadi penurunan TPK hotel klasifikasi bintang di sebagian provinsi dengan penurunan paling besar terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar 14,38 poin, sedangkan penurunan paling kecil terjadi di Provinsi Riau sebesar 0,54 poin.



Close Ads X