Kompas.com - 16/02/2019, 07:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata halal kini tak lagi sekadar restoran sertifikasi halal atau tempat beribadah untuk umat Muslim. Lebih dari itu, kini wisata halal semakin berkembang dengan adanya teknologi yang semakin memudahkan wisatawan.

"Orang-orang mulai kenal pasar wisata halal pada 2008. Sejak saat itu orang-orang tertarik dan mulai sadar akan potensi wisatawan Muslim," kata CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen dalam acara peluncuran Indonesia Muslim Travel Index di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Hongkong Terus Berbenah Pikat Wisatawan Muslim

Fazal menjelaskan pada 2014-2018 industri wisata mulai menyelenggarakan tur perjalanan halal, yang juga disebut Halal Travel 1.0. Sedangkan tahun ini, wisata halal berkembang menjadi Halal Travel 2.0.

"Ada tiga kunci dalam Halal Travel 2.0 yakni teknologi, aktivitas sosial, dan demografis. Ketiganya akan mempengaruhi wisatawan halal dan membawa perubahan," kata Fazal.

Baca juga: Malaysia Gencar Menarik Wisatawan Muslim Indonesia

Contoh yang diberikan CrescentRating adalah integrasi teknologi augmented reality guna memberikan pengetahuan budaya yang penting bagi para wisatawan Muslim, termasuk makanan bersertifikat Halal.

Masjid Raya Sumatera Baratkemenag.go.id Masjid Raya Sumatera Barat
Berkembangnya chatbot yang didesain secara khusus untuk memberikan kepuasan akan kebutuhan-kebutuhan budaya dan keagamaan para wisatawan Muslim.

Proses pengajuan visa yang lebih mudah bagi para umat Muslim yang ingin bepergian ke Mekkah untuk menjalankan ibadah Umroh.

Augmented Reality (AR), realitas virtual, dan kecerdasan buatan didukung dengan meningkatnya penetrasi pemakaian smartphone, juga akan mendorong munculnya tren-tren baru yang mendefiniskan kembali setiap tahapan pengalaman wisata Muslim, mulai dari perencanaan, pembelian, hingga berbagi pengalaman perjalanan.

Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018, total pengeluaran para wisatawan Muslim secara global diperkirakan akan mencapai 220 miliar dollar AS pada 2020.

Pada 2020 diperkirakan akan ada pergerakan wisatawan Muslim sebanyak 156 juta wisatawan atau mewakili 10 persen dari segmen wisata global.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.