3 Tempat Terbaik untuk Merasakan Momen Nyepi di Bali

Kompas.com - 05/03/2019, 20:00 WIB
Prosesi upacara Melasti di Pura Ulun Danu Beratan di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (4/3/2019). Upacara Melasti dilaksanakan dalam rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada tanggal 7 maret 2019. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGProsesi upacara Melasti di Pura Ulun Danu Beratan di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan, Bali, Senin (4/3/2019). Upacara Melasti dilaksanakan dalam rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Caka 1941 yang jatuh pada tanggal 7 maret 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Nyepi adalah momen terbaik untuk merasakan keheningan di Bali. Selama satu hari penuh, warga lokal akan melaksanakan Catur Brata, dengan tidak bepergian, tidak mencari hiburan, tidak melakukan aktivitas, dan tidak menyalakan api.

Tak terkecuali wisatawan, juga diminta untuk menghormati momen warga lokal menyambut Tahun Baru Saka tersebut. Sebelum dan sesudah hari Nyepi juga kian menarik dengan berbagai rangkaian upacara.

Jika ingin merasakan perayaan Nyepi di Bali, berikut adalah tiga tempat terbaik di Bali:

1. Pantai Sanur

Dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan upacara Melasti. Saat Melasti, umat membawa sarana persembahyangan ke laut. Aneka sarana ini diarak dari pura ke pantai.

Di Selatan Bali salah satu pantai yang bisa dikunjungi untuk melihat prosesi ini adalah Pantai Sanur. Sedangkan di sisi Timur Bali, Anda bisa mampir ke Pantai Candidasa atau Pantai Klotok.

 Dalam perayaan nyepi 2018 yang dipusatkan di Pura Agung Amerta Bhuana Batam mengambil tema melalui catur brata penyepian, kita tingkatkan solidaritas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga keutuhan NKRI.KOMPAS.COM/ HADI MAULANA Dalam perayaan nyepi 2018 yang dipusatkan di Pura Agung Amerta Bhuana Batam mengambil tema melalui catur brata penyepian, kita tingkatkan solidaritas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga keutuhan NKRI.
2. Kuta

Hari berikutnya adalah Tawur Kesanga atau Mecaru. Di hari ini juga berlangsung Ngerupuk yang identik dengan pawai Ogoh-ogoh atau boneka berbentuk raksasa menyeramkan.

Ogoh-ogoh terbuat dari bubur kertas dan rangka bambu. Ukurannya besar dan harus diangkat beramai-ramai. Ogoh-ogoh biasanya diarak keliling desa dimulai dari balai banjar.

Seiring tahun berjalan, ogoh-ogoh menjadi sarana kreativitas anak muda. Sehingga ada berbagai macam model ogoh-ogoh. Di kawasan Kuta biasanya ada semacam festival ogoh-ogoh yang diikuti oleh banyak ogoh-ogoh.

3. Desa Sesetan

Setelah puncak Nyepi, keesokan harinya adalah Ngembak Geni. Di saat inilah baru umat Hindu mengunjungi keluarga. Di Desa Sesetan yang berada di Denpasar memiliki tradisi unik saat Ngembak Geni.

Tradisi ini hanya terjadi di Desa Sesetan, yang disebut dengan ritual Med-medan. Muda-mudi berciuman secara bergantian. Prosesi ini begitu ramai dan riuh. Walau terkesan meriah, warga setempat memandangnya sebagai ritual sakral yang sudah dijalankan secara turun-temurun.

Prosesi ini banyak diincar oleh para pencinta fotografi karena terkenal meriah dan unik.  



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X