Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pilihan Wisata di Turki, Memasak Makanan ala Dinasti Utsmaniyah

Kompas.com - 14/03/2019, 21:09 WIB
Silvita Agmasari,
Sri Anindiati Nursastri

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari 12.865 restoran di Istanbul yang tercatat dalam situs pengulas wisata TripAdvisor, nyatanya hanya sedikit restoran yang menawarkan hidangan khas istana Ottoman alias Utsmaniyah.

Tepatnya empat restoran yang menyajikan dan beberapa di antaranya menawarkan kelas nemasak makanan ala Dinasti Utsmaniyah. Salah satunya Deraliye di daerah Sultanahmet, Istanbul.

"Makanan istana Ottoman dan makanan Turki berbeda. Tingkat kesulitan makanan istana Ottoman jauh lebih sulit dan rumit," jelas koki Deraliye, Dejati dalam acara Zaloramadhan Discoveries bersama Zalora Indonesia dan Klook Travel Indonesia, di Istanbul, Rabu (13/3/2019).

Dejati menjelaskan makanan istana Ottoman ini sangat sulit, karena mereka menggunakan bahan dari segala penjuru negeri. Sedangkan makanan Turki atau di dapur rakyat biasa, bahan makanan yang digunakan adalah hasil panen setempat. 

Peserta kelas memasak makanan ala Utsmaniyah di Deraliye, IstanbulKOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Peserta kelas memasak makanan ala Utsmaniyah di Deraliye, Istanbul
Contoh yang ia berikan saat memasak kebab. Di dapur rakyat biasa mungkin hanya memanfaatkan daging, tomat, dan bawang. Sedangkan untuk masakan istana Utsmaniyah bahan tersebut ditambah lagi dengan aneka kacang-kacangan.

Alhasil kreativitas, teknik, dan pengetahuan akan bahan masakan koki sangat dibutuhkan untuk mengolah makanan istana Utsmaniyah.

Kelas Memasak

Seperti saat kelas memasak di Deraliye, Dejati mengajarkan memasak tiga makanan istana Ottoman mulai dari pembuka, inti, dan penutup.

Makanan pembuka yang dimasak adalah terong panggang isi sayuran tumis bernama imam bayildi.

"Terong adalah sayuran penting dalam makanan Turki. Semua dapur biasa memiliki terong," kata Dejati.

Peserta kelas memasak makanan Ottoman di Deraliye, IstanbulKOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Peserta kelas memasak makanan Ottoman di Deraliye, Istanbul

Langkah pertama yang diajarkan cukup mudah dengan menumis aneka sayur seperti bawang bombay dan tomat, lantas mengisinya ke terong yang telah dibelah dua sebelum dipanggang. Makanan pembuka ini juga dapat menjadi pilihan makanan sehat.

Selanjutnya ada queen stuff atau daging kambing tumis dengan aneka rempah dan herba. Sekilas rasanya sangat mirip dengan daging tumis dari Indonesia lantaran atau penggunaaan grape molasses yang rasanya sangat mirip kecap manis.

Adonan kue yang digoreng menyerupai mawarKOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI Adonan kue yang digoreng menyerupai mawar

Untuk makanan penutup ada gorengan dengan isian lima macam keju, kemudian disiram madu. Proses menggulung adonan membuat bentuknya seperti bunga mawar.

Jika diperhatikan, makanan istana Utsmaniyah selain memiliki bahanyang beragam juga dihidangkan dengan cantik. Memuaskan semua indera yang menyantap, mulai dari penglihatan sampai pengecap.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

BOB Downhill 2024, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Borobudur Highland

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com