Erupsi, Gunung Bromo Tetap Aman Dikunjungi Wisatawan

Kompas.com - 20/03/2019, 15:20 WIB
Gunung Bromo meletus 28 kali dan terjadi hujan abu pada Selasa (19/3/2019). Warga dan wisatawan disarankan pakai masker dan kacamata. KOMPAS.com/A. FAISOL Gunung Bromo meletus 28 kali dan terjadi hujan abu pada Selasa (19/3/2019). Warga dan wisatawan disarankan pakai masker dan kacamata.

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Indahnya panorama Gunung Bromo, Jawa Timur, membuatnya tak henti menjadi destinasi wisata pilihan untuk dikunjungi oleh wisatawan baik dalam mau pun luar negeri.

Kini, hampir setiap hari Gunung Bromo mengalami erupsi secara fluktuatif, namun aktivitas vulkanik belum membahayakan. Status Gunung Bromo kini Waspada level II.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan bahwa erupsi Gunung Bromo hanya menyemburkan abu vulkanik dan pasir. Bukan kerikil atau lava pijar yang disemburkan dari kawah Gunung Bromo.

“Aktivitas wisata di Gunung Bromo tetap aman dan berjalan normal. Masyarakat tidak perlu takut dengan ada erupsi Gunung Bromo. Sebaran abu vulkanik juga belum mengganggu jalur penerbangan sehingga Bandara Abdul Rachman Saleh Malang tetap beroperasi normal,” kata Sutopo dalam keterangan tertulis, Rabu (20/3/2019).

Sejumlah jasa sewa kuda berada di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Lautan pasir seluas 5,920 hektar (sekitar 10 km persegi) membentang mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Batok , Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangan, berada pada ketinggian 2100 m dpl tersebut merupkan salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan dari luarkota maupun mancanegara.ANTARA FOTO/OKY LUKMANSYAH Sejumlah jasa sewa kuda berada di lautan pasir Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018). Lautan pasir seluas 5,920 hektar (sekitar 10 km persegi) membentang mengelilingi Gunung Bromo, Gunung Batok , Gunung Widodaren, Gunung Kursi dan Gunung Watangan, berada pada ketinggian 2100 m dpl tersebut merupkan salah satu tempat wisata yang digemari wisatawan dari luarkota maupun mancanegara.

Ia melanjutkan, bila wisatawan berkunjung ke Gunung Bromo saat erupsi, tentunya bisa menikmati erupsi yang tidak ditemukan di semua gunung.

Seperti halnya di sana sempat terjadi aliran permukaan menyerupai sungai yang melintasi lautan Pasir Bromo.

“Hujan yang turun di sebelah barat dari puncak Gunung Bromo di daerah Pasuruan kemudian mengalir ke melintasi Lautan Pasir di kawasan Gunung Bromo hingga meresap di ke dalam Lautan Pasir Bromo,” kata dia.

Maka dari itu, Sutopo menekankan bahwa wisatawan tak perlu takut dan khawatir berwisata dengan adanya erupsi di Gunung Bromo.

Wisatawan mengunjungi gunung Bromo. KOMPAS.com/A. Faisol Wisatawan mengunjungi gunung Bromo.

Namun, masyarakan setempat, wisatawan, atau pun pendaki dihimbau agar tidak memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.

Tak lupa juga dihimbau agar masyarakat dan wisatawan tetap  menggunakan masker dan kacamata untuk menghindari abu vulkanik.

Sebelumnya pada Senin (18/3/2019) pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, terjadi 28 kali letusan dengan amplituda 25 hingga 34 mm selama 17 hingga 889 detik.

Sementara pada Selasa (19/3/2019) pukul 06.00-hingga 12.00 WIB terjadi 5 kali letusan.

Meski demikian, PVMBG terus melakukan pemantauan aktivitas vulkanik dan BPBD sekitar Gunung Bromo juga melakukan langkah-langkah antisipasi jika ada peningkatan status seperti halnya membagikan masker kepada pengunjung.



Close Ads X