Gunung Agung Erupsi, Bandara Ngurah Rai Beroperasi Normal

Kompas.com - 22/04/2019, 09:12 WIB
Abu vulkanis dan batu pijar terlontar dari kawah Gunung Agung saat erupsi yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Karangasem, Bali, Minggu (21/4/2019). Gunung Agung yang berstatus siaga itu kembali erupsi pada pukul 18.56 WITA dengan melontarkan abu vulkanis mencapai ketinggian 3.000 meter dari kawah yang disertai lontaran batu pijar ke lereng gunung tersebut.ANTARA FOTO/NENGAH WARDHANA Abu vulkanis dan batu pijar terlontar dari kawah Gunung Agung saat erupsi yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Karangasem, Bali, Minggu (21/4/2019). Gunung Agung yang berstatus siaga itu kembali erupsi pada pukul 18.56 WITA dengan melontarkan abu vulkanis mencapai ketinggian 3.000 meter dari kawah yang disertai lontaran batu pijar ke lereng gunung tersebut.

KOMPAS.com - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Gunung Agung yag terletak di Kabupaten Karangasen, Bali kembali erupsi pada Minggu (21/4/2019) sekitar pukul 18.56 WITA.

Pos Pengamatan Gunung Agung melaporkan tinggi kolom abu vulkanik mencapai sekitar 3.000 meter di atas puncak kawah atau 6.142 meter di atas permukaan laut. Kolom abu vulkanik kelabu tebal, tertiup  angin condong ke arah Barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan durasi sekitar 1 menit 22 detik.

Ia menyebut erupsi ini lebih besar dibandingkan erupsi yang terjadi sebelumnya yaitu pada pukul 03.21 WITA yang tinggi kolom abu vulkaniknya mencapai 2.000 meter.

Baca juga: Gunung Agung Erupsi, Bali Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

Meski demikian, BPBD meminta masyarakat tetap tenang.  Karena tidak ada korban jiwa dalam erupsi kali ini dan masyarakat juga tidak perlu mengungsi.

Hingga saat ini pun Bandara Ngurah Rai masih beroperasi secara normal. Tidak ada dampak dari erupsi terhadap aktivitas penerbangan dan aktivitas masyarakat juga tetap normal.

Diperkirakan hujan abu akan jatuh di sekitar Gunung Agung, khususnya di wilayah selatan hingga baratdaya sesuai citra satelit Himawari.

Baca juga: Gunung Agung Erupsi, Wisata dan Penerbangan ke Bali Tak Terpengaruh

Terkait kondisi ini, BNPB meminta masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, wisatawan agar tidak melakukan pendakian atau aktivitas apa pun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung.

“Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual,” ujat Sutopo.

Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Ia menambahkan, BPBD di sekitar Gunung Agung seperti BPBD Kabuapaten Karangasem, BPBD Klungkung, BPBD Bali dan aparat lain telah menyiapkan masker yang akan dibagikan kepada masyarakat yang terdampak.




Close Ads X