Kompas.com - 23/04/2019, 16:41 WIB

Gubernur Malaka pun menanggapi penyampaian Moang Lesu bahwa ada kehidupan yang bahagia dan kekal setelah kematian di dunia ini. Untuk mendapatkan itu Moang Lesu harus mengikuti persyaratan-persyaratan yakni membangun gereja dan mengikuti ajaran-ajaran gereja.

Moang Lesu pun menyetujui persyaratan-pesyaratan tersebut dan siap melakukan itu semua. Selanjutnya, ia pun mengikuti pelajaran Agama Katolik, pelajaran ilmu politik, dan pemerintahan selama 3 tahun.

Setelah itu ia dibaptis dengan nama Don Alexius Ximenes da Silva dan dilantik menjadi Raja Sikka oleh Gubernur Tanah Malaka.

Selama 3 tahun ia di Malaka. Lalu memutuskan untuk kembali ke Sikka. Sebelum pulang, ia menghadiahkan Gubernur Malaka dengan sejumlah emas dan wewangian yang dalam bahasa Sikka disebut "ambar menik" (muntahan ikan paus).

Sebaliknya, Gubernur Malaka nenghadiahkan Moang Lesu berupa Salib Senhor, Patung Meninung (Patung Kanak-kanak Yesus sebagai Raja), Tugur Griang (panji yang bergambar orang kudus), Regalia kerajaan dan sejumlah batang gading berukuran besar dan sedang.

Sekitar tahun 1960, Moang Lesu pun pulang ke Sikka dan didampingi seorang guru agama berkebangsaan Portugis bernama Agustino Morenho.

Setibanya di Sikka, Agustinho Morenho menyelenggarakan upacara pengukuhan kembali Moamg Lesu menjadi Raja Sikka.

Para peziarah mengikuti prosesi Logu Senhor di Gereja Santo Ignatius Loyola (Gereja Tua Sikka), Kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/4/2019) malam.KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Para peziarah mengikuti prosesi Logu Senhor di Gereja Santo Ignatius Loyola (Gereja Tua Sikka), Kampung Sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (19/4/2019) malam.
Setelah itu, ia mulai mengajar iman Katolik kepada keluarga Raja Sikka. Ia juga memimpin upacara Liturgi Gereja yaitu Liturgi Logu Senhor pada hari raya Jumat Agung yang dalam bahasa Sikka "Sexta Vera".

Ia menerangkan bahwa Logu Senhor berarti berjalan di bawah usungan Salib Senhor sambil membawa lilin yang bernyala seraya menyampaikan doa dan intensi dalam hati dan semoga dikabulkan oleh Tuhan Yesus yang menderita dan wafat di salib hari itu.

"Salib Senhor adalah suatu rahmat dan kekuatan dari Tuhan yang dapat menyembuhkan orang dari segala jenis penyakit yang sulit disembuhkan secara medis. Misalnya yang belum memiliki keturunan bahkan juga membebaskan orang dari penderitaan apa pun," terang Orestis Parera.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.