Sekarang Ada Tempat Nongkrong "Antimainstream" di Maumere Flores

Kompas.com - 26/05/2019, 08:24 WIB
Live music di Roots Cafe, Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019). KOMPAS.com/NANSIANUS TARISLive music di Roots Cafe, Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).

"Roots itu artinya akar. Mengajak kita kembali ke akar kita. Karena pada dasarnya semua orang berasal dari kampung. Jadi dengan adanya Roots Cafe, mengajak semua orang untuk kembali ke kampung. Merasakan suasana dan menikmati kuliner ala kampung," sambung Firman.

Ia mengungkapkan, fasilitas yang ada di Roots Cafe antara lain, live musik reggae setiap malam Minggu dan juga karaoke. Dan Roots Cafe juga menyediakn spot foto untuk sunset dan sunrise.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat, rencanaya Roots Cafe bekerja sama dengan pemerintah desa Langir dan masyarakat akan melakukan penyertaan modal dalam wadah Bumdes untuk membangun homestay.

"Ini juga manfaat lain yakni sebagai kegiatan pemberdayaan, di mana memotivasi masyarakat mulai mengembangkan potensi serta sumber daya yang ada di desa Langir," jelas Firman.

Kemudian, lanjut Firman, Roots Cafe juga berfungsi sebagai tempat penyaluran bakat minat dan wadah edukasi mrngenai musik bagi anak muda Desa Langir. Dengan bekerja sama dengan Sanggar Ata Natar Langir, para pemuda Langir diajarkan tentang musik di Roots Cafe.

Roots Cafe di Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Roots Cafe di Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).
Roots Cafe  juga menjadi wadah berkumpulnya beberapa komunitas seperti, komunitas Moke Merah dan komunitas Reggae Maumere.

"Setiap malam Minggu live musik reggae dimeriahkan oleh lokal reggae band yakni Regeneration," ungkapnya.

Selain itu, di kafe juga disediakan tempat penyulingan moke dengan tujuan untuk menjelaskan kepada tamu tentang proses penyulingan moke.

Dengan adanya Roots Cafe juga bisa  membuka pikiran masyarakat dan pemerintah Desa Langir agar mengembangkan potensi wisata yang ada untuk menjadi sumber pendapatan.

"Nanti wacana ini akan dikuatkan dengan penetapan desa wisata di Kabupaten Sikka. Dan kampung Habibuang, lokasi Roots Cafe akan dijadikan kampung wisata," tutur Firman.

Roots Cafe di Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Roots Cafe di Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).
Selain memberi ketenangan, kuliner di Roots Cafe ala kampung dengan cita rasa yang khas. Tentu saja bikin lidah anda bergoyang.

Dengan dihibur dengan berbagai alunan musik, membuat kaki enggan untuk minggat dari kafe ini.

Pelayan di Roots Cafe sangat ramah. Sapaan dan senyum lembut selalu menyapa setiap tamu yang datang menjadi salah satu daya tarik para tamu berkunjung ke kafe yang buka mulai pukul 11.00 sampai 00.00 Wita.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X