Sekarang Ada Tempat Nongkrong "Antimainstream" di Maumere Flores

Kompas.com - 26/05/2019, 08:24 WIB
Roots Cafe Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019). KOMPAS.com/NANSIANUS TARISRoots Cafe Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).

MAUMERE, KOMPAS.com - Bosan dengan suasana kafe di pinggir pantai dan di pusat kota Maumere? Cobalah berkunjung ke Roots Cafe yang terletak di perbukitan tepatnya di Dusun Habibuang, Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Roots Cafe adalah tempat kuliner pertama yang dibangun di perbukitan. Dari pantai Maumere, jaraknya sekitar 3 kilometer. Tentu atmosfer di sini sangat berbeda dari kafe lain yang berada di kota Maumere.

Baca juga: Mengenal Brangko Pisang, Kue Tradisional Maumere pada Bulan Ramadhan

Berada di kafe ini sungguh membuat hati dan pikiran anda aman dan damai. Jauh dari riuhnya keramian kota. Kafe ini cocok sekali bagi anda yang hendak menyendiri dan mencari ketenangan.

Dengan konsep natural, kafe ini punya konstruksi yang unik dan nyaman. Bertiang bambu, berdinding haler, dan beratapkan ijuk dan ilalang, kafe membuat anda serasa berada dan menikmati suasana kampung.

Baca juga: Jembatan dan Bukit Batu, yang Unik dari Pulau Kojadoi di Maumere

Dari kafe ini juga, anda bisa menyaksikan kota hamparan kota dan birunya Teluk Maumere. Sungguh indah menakjubkan. Bonusnya juga, di sini, anda bisa menikmati sunset di tempat yang sudah disiapkan.

Roots Cafe Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Roots Cafe Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).
Pemilik Roots Cafe, Gabriel Firmanty mengungkapkan, awalnya mendirikan tempat ini karena ingin memunculkan kafe yang mempunyai nuansa baru. Kebanyakan kafe di kota Maumere berada di pinggir pantai dan pusat kota.

Baca juga: Di Kafe Ini Bisa Spa, Karaoke, Potong Rambut, dan Ngeband

"Jadi kita coba kafe yang berada di pegunungan. Roots Cafe bisa dikatakan anti-mainstream. Dan kami mengklaim Roots Cafe adalah kafe pertama di Maumere yang ada di perkampungan atau di gunung," ungkap Firman kepada Kompas.com, Kamis (23/5/2019).

Ia mengatakan, awal mendirikan kafe itu karena ingin memanfaatkan lahan tidur di perbukitan yang awalnya hanya ditumbuhi pohon gamal, lontar, dan ilalang.

Baca juga: Loe Min Toe, Kafe Tema Peranakan Murah Meriah di Malang

Kerja sama dengan pengelola sekaligus pemilik Firman Stevany dengan pemilik lahan, lahan tersebut akhirnya disulap menjadi tempat rekreasi yang ramah bagi siapa saja yang hendak berkunjung.

"Konsepnya bangun yang serba natural itu dengan memanfaatkan bahan lokal seperti lontar, bambu, ijuk, ilalang," terang Firman.

Live music di Roots Cafe, Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Live music di Roots Cafe, Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).
"Roots itu artinya akar. Mengajak kita kembali ke akar kita. Karena pada dasarnya semua orang berasal dari kampung. Jadi dengan adanya Roots Cafe, mengajak semua orang untuk kembali ke kampung. Merasakan suasana dan menikmati kuliner ala kampung," sambung Firman.

Ia mengungkapkan, fasilitas yang ada di Roots Cafe antara lain, live musik reggae setiap malam Minggu dan juga karaoke. Dan Roots Cafe juga menyediakn spot foto untuk sunset dan sunrise.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat, rencanaya Roots Cafe bekerja sama dengan pemerintah desa Langir dan masyarakat akan melakukan penyertaan modal dalam wadah Bumdes untuk membangun homestay.

"Ini juga manfaat lain yakni sebagai kegiatan pemberdayaan, di mana memotivasi masyarakat mulai mengembangkan potensi serta sumber daya yang ada di desa Langir," jelas Firman.

Kemudian, lanjut Firman, Roots Cafe juga berfungsi sebagai tempat penyaluran bakat minat dan wadah edukasi mrngenai musik bagi anak muda Desa Langir. Dengan bekerja sama dengan Sanggar Ata Natar Langir, para pemuda Langir diajarkan tentang musik di Roots Cafe.

Roots Cafe di Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Roots Cafe di Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).
Roots Cafe  juga menjadi wadah berkumpulnya beberapa komunitas seperti, komunitas Moke Merah dan komunitas Reggae Maumere.

"Setiap malam Minggu live musik reggae dimeriahkan oleh lokal reggae band yakni Regeneration," ungkapnya.

Selain itu, di kafe juga disediakan tempat penyulingan moke dengan tujuan untuk menjelaskan kepada tamu tentang proses penyulingan moke.

Dengan adanya Roots Cafe juga bisa  membuka pikiran masyarakat dan pemerintah Desa Langir agar mengembangkan potensi wisata yang ada untuk menjadi sumber pendapatan.

"Nanti wacana ini akan dikuatkan dengan penetapan desa wisata di Kabupaten Sikka. Dan kampung Habibuang, lokasi Roots Cafe akan dijadikan kampung wisata," tutur Firman.

Roots Cafe di Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).KOMPAS.com/NANSIANUS TARIS Roots Cafe di Desa Lasir, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2019).
Selain memberi ketenangan, kuliner di Roots Cafe ala kampung dengan cita rasa yang khas. Tentu saja bikin lidah anda bergoyang.

Dengan dihibur dengan berbagai alunan musik, membuat kaki enggan untuk minggat dari kafe ini.

Pelayan di Roots Cafe sangat ramah. Sapaan dan senyum lembut selalu menyapa setiap tamu yang datang menjadi salah satu daya tarik para tamu berkunjung ke kafe yang buka mulai pukul 11.00 sampai 00.00 Wita.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X