Kompas.com - 16/07/2019, 21:13 WIB
Ilustrasi Garuda Indonesia Garuda IndonesiaIlustrasi Garuda Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah gambar surat pengumuman terkait larangan memotret di dalam pesawat oleh Garuda Indonesia menuai kontroversi di kalangan netizen pada Selasa (16/7/2019).

Tak lama setelah gambar tersebut beredar di internet, manajemen Garuda Indonesia menyebutkan bahwa gambar surat ederan tersebut merupakan edaran internal perusahaan yang belum final dan tidak untuk publik.

Pada akhirnya, Garuda Indonesia menyempurnakan surat edaran dari larangan menjadi imbauan agar penumpang menghormati privasi penumpang lain dan awak pesawat yang sedang bertugas.

Mengambil foto dan video seringkali dilakukan oleh penumpang saat berada di pesawat. Pengamat penerbangan Alvin Lie yang mengatakan ia punya kebiasaan memotret makanan yang disajikan, kondisi toilet, dan hal hal lain di luar kelaziman baik itu hal yang baik maupun buruk.

"Hal-hal yang baik saya gunakan untuk sampaikan pujian. Hal yang kurang semestinya atau bahkan buruk, saya gunakan untuk sampaikan kritik demi perbaikan," jelas Alvin Lie dihubungi KompasTravel, Selasa (16/7/2019).

Terkait memotret penumpang lain, Alvin mengatakan memang pada etikanya ketika memotret wajah seseorang harus meminta izin. Apalagi jika diunggah ke media sosial atau untuk dipublikasikan.

"Bisa saja orang yang wajahnya terlihat, keberatan untuk diketahui bahwa yang bersangkutan pada tanggal dan jam tersebut berada di tempat atau penerbangan tertentu, atau pose tertentu. Ini menyangkut hak privasi perorangan. Sayangnya kita belum punya UU Perlindungan Hak Privasi dan Data Pribadi," jelas Alvin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sampai sebuah maskapai melarang pengambilan video atau foto dalam pesawat menurut Alvin rasanya berlebihan. Apalagi foto-foto penumpang sebenarnya dapat menjadi sarana promosi bagi sebuah maskapai.

Travel Photo Blogger yang sering mengulas fasilitas maskapai penerbangan, Wira Nurmansyah juga menyebutkan foto atau video dalam pesawat sebenarnya dapat menjadi promosi gratis sebuah maskapai dari konsumen yang puas akan pelayanan.

"Untuk yang tidak puas atau kritik juga pasti ada, tetapi ya harus diterima sebagai masukan. Kecuali jika memang punya alasan khusus untuk melarang," jelas Wira saat dihubungi KompasTravel.

Ulasan penumpang pesawat terbilang menjadi elemen penting yang menentukan prestasi maskapai.

Penghargaan bergengsi di dunia maskapai seperti World Airline Awards dari Skytrax mengandalkan ulasan para penumpang pesawat dari berbagai latar kewarganegaraan untuk memberi peringkat pada maskapai terbaik dunia.

Tak hanya itu, ulasan penumpang baik itu positif maupun negatif juga menjadi data dasar dari platform tata niaga perjalanan untuk menyediakan sistem dan informasi yang lebih baik pada industri pariwisata.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.