Danau Toba dan Borobudur, Bali Baru Paling Bermasalah soal Penataan Ruang

Kompas.com - 17/07/2019, 11:43 WIB
Danau toba dinikmati dari ketinggian di Bukit Huta Ginjang.https://pesona.travel Danau toba dinikmati dari ketinggian di Bukit Huta Ginjang.

KOMPAS.com - Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia Arief Yahya mengatakan, Danau Toba dan Borobudur merupakan dua dari 5 destinasi super prioritas yang paling bermasalah dari segi penataan ruang.

Adapun lima lokasi yang jadi super prioritas yakni Mandalika, Danau Toba, Manado, Labuan Bajo, dan Borobudur.

Hal ini ditunjukkan Menpar melalui grafik progres pengembangan 10 destinasi wisata prioritas yang kerpa disebut " Bali Baru".

Dalam grafik tersebut Danau Toba dan Borobudur diberi warna kuning. Sedangkan daerah lainnya seperti Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Morotai, dan Wakatobi diberi tanda hijau.

Baca juga: Masalah di Bali Baru yang Jadi Sorotan Presiden Jokowi

Labuan BajoKementerian PUPR Labuan Bajo

"Mengapa kuning, dua destinasi ini (Borobudur dan Labuan Bajo) saat ini sedang berhadapan dengan perkara tata ruang itu tadi, (penyediaan) lahan itu tadi," Menpar saat ditemui di Gedung Kementerian Pariwisata RI, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Dalam grafik tersebut, disebutkan permasalahan paling utama pada pengembangan wisata Danau Toba adalah mengenai fasilitas insentif Setara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

Baca juga: Jokowi Minta Masalah Bali Baru Diselesaikan, Anggaran Ditambah Rp 6,4 Triliun

"Komunikasi dengan investor yang telah menandatangani perjanjian berinvestasi di Bali Oktober 2018. Karena di sana sudah ada 7 investor, investasinya Rp 6 triliun. Oh ternyata mereka minta insentif," lanjut Menpar.

Tak hanya Danau Toba, Borobudur ternyata juga memiliki masalah yang sama.

Dalam grafik tersebut disebutkan proses status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) lahan zona otorita yang seharusnya selesai pada Agustus 2019.

Geopark Kaldera Danau Toba.Dok Istimewa Geopark Kaldera Danau Toba.
Namun sampai 18 Juli 2019 pembuatan laporan penelitian Tim Terpadu (Timdu) baru akan selesai.

"Padahal target kerja Timdu seharusnya selesai pada 30 Juni 2019," isi keterangan dalam grafik tersebut.

Menpar mengatakan, tak hanya Borobudur dan Danau Toba, dalam banyak kasus proses birokrasi yang panjang dalam penyediaan lahan jadi kendala utama dalam pengelolaan tata ruang destinasi wisata.

Baca juga: Masuk 10 Destinasi Bali Baru, Kemenpar Terus Gali Potensi Danau Toba

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X